TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 27-Jun-2019 | Pukul : 19:04:40 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Waduk Gesek Bintan Tinggal 10 CM

Penulis asiik1 - 01 March 2019
125
Ilustrasi Foto Oleh : Diskominfo Kepri

TANJUNGPINANG - Waduk Gesek yang berada di Kabupaten Bintan mulai mengering dalam beberapa hari ini.

Pelaksana Harian Direktur PDAM Tirta Kepri, Budi Yadi, di Tanjungpinang, Kamis, volume Waduk Gesek, salah satu sumber air bersih yang dikelola Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Kepri kini tinggal 10 CM.

 "Volume air di Waduk Gesek tidak mencapai 10 centimeter sehingga potensial mengering dalam beberapa hari ini. Ini pertama kali terjadi," kata Budi.

Meski demikian, PDAM Tirta Kepri tetap memanfaatkan waduk itu. Tetapi kapasitas air yang disalurkan terpaksa mulai dikurangi.

Biasanya, air yang didistribusikan ke rumah warga 65 liter/detik, sekarang dikurangi menjadi 60 liter/detik. Air tetap didistribusikan selama 24 jam karena dibantu sumber air bersih dari Sei Pulai.

Saat ini, kata dia volume air di Sei Pulai mencapai 3 meter.

"Kami sudah laporkan permasalahan ini kepada Balai Wilayah Sungai Sumatra untuk segera menangani permasalahan ini, salah satunya dengan melakukan pendalaman waduk," kata Budi.

Ia menduga penyebab Waduk Gesek mulai mengering yakni tidak terjadi hujan dalam beberapa bulan ini, dan bendungan dibangun warga di sekitar waduk.

Pembangunan bendungan tersebut menghambat mata air ke waduk. Namun PDAM Tirta Kepri tidak dapat berbuat banyak lantaran warga menguasai lahan tersebut.

" Semestinya area waduk tidak boleh ada aktivitas, apalagi bendungan untuk pertanian. Namun kami tidak dapat berbuat apa-apa karena lahan itu dikuasai warga," ujarnya.

Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri