TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 18-Sep-2019 | Pukul : 02:48:21 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Menteri Desa PDT Transmigrasi : Alam Kepri Berpotensi Membentuk Desa-Desa Wisata

Penulis Asiik3 - 08 March 2019
146
Foto Oleh : Asiik3
TANJUNGPINANG - Alam Kepulauan Riau yang indah dan memiliki potensi pariwsata yang besar disebut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Eko Putro Sandjojo, akan mampu membentuk desa-desa wisata yang akan memberikan pendapatan bagi daerah.  Di hadapan seluruh Kepala Desa dan Forum Ketua RT/RW se Kepulauan Riau di Hotel CK, Tanjungpinang, Selasa (5/3/2019) malam, Eko memberikan contoh sejumlah desa di Indonesia yang telah berhasil mengembangkan potensi pariwisata. Salah satunya Desa Ponggok, Klaten, Jawa Tengah. Lewat Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), masyarakat setempat dia jelaskan, menyulap kolam renang peninggalan Belanda menjadi Bunaken artificial (Bunaken buatan).  Kolam renang tua diberi pasir, ikan, karang buatan, dan sejumlah barang mulai dari perabot rumah tangga, barang elektronik higga sepeda dan motor. Penduduk desa setempat kemudian menyewakan fasilitas kamera bawah air dan peralatan snorkeling. "Inovasi ini menjadi daya tarik sehingga mendatangkan banyak wisatawan," terangnya di hadapan Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Sekdaprov TS Arif Fadillah, serta sejumlah Forkominda Kepri yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Inovasi ini juga mengubah Desa Ponggok yang tergolong miskin dan terbatas sumber daya alamnya menjadi desa berpenghasilan cukup fantastis. Dari pendapatan Rp15 juta per bulan dari menyewakan kolam renang pada tahun 2015, kini pendapatan desa tergolong kelebihan populasi (200.000 jiwa lebih dengan luas wilayah 300 hektar) tumbuh menjadi Rp6,3 miliar  "Keuntungan bersihnya mencapai Rp3 miliar," tegasnya. Eko berharap hal serupa juga dilakukan desa-desa yang ada di Kepri.  'Kami memiliki program bantuan Rp1,5 miliar untuk pengembangan desa wisata. Ini bisa dimanfaatkan bagi desa di Kepri," ungkapnya.  "Jika hal serupa bisa dilakukan, maka desa wisata yang berkembang akan mampu membangun desanya," tambahnya lagi. Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri