TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 18-Jun-2019 | Pukul : 15:37:57 , Selamat Sore !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Kepri darurat HIV Aids

Penulis asiik1 - 04 April 2019
116
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Tjetjep Yudayana Foto Oleh : Asiik3

TANJUNGPINANG - Provinsi Kepri darurat HIV Aids berdasarkan hasil survei Dinas Kesehatan setempat, karena jumlahnya signifikan.

Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Selasa (2/4), mengatakan, dari jumlah homo seksual, waria dan PSK yang diperiksa petugas kesehatan, masyarakat dapat menilai apakah ini darurat, bencana atau tidak.

"Kondisi ini mengerikan. Harus segera diatasi," katanya.

Tjetjep mengemukakan berdasarkan hasil survei kesehatan yang dilakukan petugas terhadap 250 orang pria yang menyukai sesama jenis (homo seksual), 23 orang di antaranya positif HIV Aids. Penderita HIV Aids itu berada di Batam.

Sementara dari 400 orang pekerja seks komersial (PSK), lima di antaranya positif HIV Aids. Para PSK yang terjangkit HIV Aids juga berdomisili di Batam, dan masih beraktivitas.

Dinkes hanya memiliki kewenangan untuk mengimbau kepada mereka agar tidak berhubungan seks. 

"Sebanyak 53 orang waria yang diperiksa kesehatannya, 3 di antaranya terjangkit HIV Aids. Mereka berdomisili di Tanjungpinang," ucapnya.

Tjetjep mengatakan jumlah penderita HIV Aids yang didata Dinkes Kepri bukan angka yang akurat, karena lebih banyak pelaku homo seksual, waria dan PSK yang tidak ingin diperiksa kesehatannya. Mereka kemungkinan takut diperiksa, dan tidak siap mengetahui penyakit yang dideritanya setelah melakukan hubungan seks bebas dan menyimpang.

"Kami tidak memiliki kapasitas untuk memeriksanya," katanya.

Tjetjep mengemukakan jumlah penderita HIV Aids bisa jauh lebih banyak dari temuan petugas kesehatan di Kepri. Penularan virus mematikan itu akan terus terjadi sepanjang masih ada anggota masyarakat dan para penderita HIV Aids berprilaku seks bebas dan menyimpang.

"Ini yang kita sebut dengan fenomena gunung es. Dari jumlah yang sedikit dapat menjadi sangat banyak," ucapnya.

Tjetjep sendiri merasa harus membeberkan permasalahan serius penularan HIV Aids ini untuk mencegah penularan secara massif. Perubahan prilaku seks harus dilakukan agar tidak terjangkit penyakit yang belum ada obatnya tersebut.

Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri