Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 17-Jul-2018 | Pukul : 02:00:18 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

TUTUP
Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau

FKUB Kepri Minta Masyarakat Kepri Tak Terprovokasi

Penulis Asiik2 - 15 May 2018

Ketua FKUB Provinsi Kepri Ahars Sulaiman Foto Oleh : Muhammad Abduh

Tanjungpinang - Terkait dengan terjadinya serangan terorisme yang menimpa sejumlah gereja di Surabaya dan Mapolresta Surabaya, Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Kepri meminta kepada seluruh masyarakat Kepri tidak terprovokasi dengan berbagai pemberitaan yang ada di media yang menimbulkan perpecahan di masyarakat.

Hal ini disampaikan Ketua FKUB Provinsi Kepri Ahars Sulaiman di Tanjungpinang, Senin (14/5).

“Kejadian yang terjadi ini secara otomatis menimbulkan gejolak di masyarakat kita dari rasa ketakutan, ketidaknyamanan hingga menggangu ketentraman serta isu-isu lain yang mengatasnamakan sara atau apapun,” ungkap Ahar.

Untuk itu,lanjut Ahar masyarakat Kepri diharapkan dapat tenang dan tidak terprovokasi oleh berbagai pemberitaan yang ada.

“Apalagi semua agama melarang dan mengutuk tindakan seperti itu yang menggangu ketentraman umat beragama,” ungkap Ahar.

Untuk itu,Ahar juga meminta semua masyarakat untuk bersama-sama bersatu memerangi terorisme ini.

“Mari kita memperkecil ruang gerak terorisme dan radikalisme tersebut, dengan bersatu melalui perbedaan,” tegas Ahar

Ahar juga mengatakan bahwa terkait peristiwa FKUB Provinsi Kepri akan menyurati semua pemimpin agama untuk dapat menghimbau seluruh umatnya dalam menjaga kerukunan.

“Serta kembali melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat terkait kerukunan umat beragama dan Terorisme ini, padahal sosialisasi ini sudah sering kita lakukan dan kedepannya akan kita tingkatkan terus,” tegas Ahar.

Sehingga kedepannya tidak akan terjadi lagi persoalan terkait terorisme dan radikalisme yang terjadi. Apalagi melibatkan dan mengatasnamakan agama.(Asiik2)

©