Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 22-Jul-2018 | Pukul : 15:17:51 , Selamat Sore !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

TUTUP
Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau

FKPT: Terorisme Tidak Berhubungan Dengan Agama Apapun

Penulis asiik1 - 15 May 2018

FKPT Kepri (Ilustrasi) Foto Oleh : Asrido Abrar

Tanjungpinang - Tidak ada ajaran agama yang menyesatkan umatnya. Membunuh hewan saja dilarang,apalagi orang, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Provinsi Kepulauan Riau (FKPT Kepri) Reni Yusneli.

“Jadi terorisme dan radikalisme tidak berhubungan dengan ajaran agama. Itu dilakukan oleh orang tidak waras,” ujarnya di Tanjungpinang, Senin (14/5).

“Aksi terorisme itu dilakukan orang sesat, bukan karena ajaran agama. Karena agama apapun melarang membunuh orang lain,” tambahnya.

Reni mengemukakan motif di balik aksi teror harus dapat diungkap. Bukan tidak mungkin teroris tersebut dibonceng oleh kepentingan tertentu yang tidak menginginkan Indonesia dalam kondisi aman.

“Motif perlu diungkap secara jelas sehingga dapat dilakukan langkah-langkah selanjutnya,” ucapnya. Menurut dia, aksi terorisme di tiga gereja  di Surabaya tadi pagi menunjukkan permasalahan terorisme belum tuntas di bumi nusantara. Peristiwa itu menunjukkan pula aksi terorisme dapat terjadi sewaktu-waktu, di tempat yang tidak terduga.

“Itu yang berbahaya, dan perlu diwaspadai. Pengawasan harus diperketat mulai dari tingkat RT dan tempat-tempat yang banyak dikunjungi warga,” katanya.

Namun kurang bijak bila dari peristiwa itu sejumlah pihak saling menyalahkan. Penanggulangan teroris bukan hanya tanggung jawab pihak kepolisian, Badan Intelijen Strategis, Badan Intelijen Negara, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dan lembaga lainnya, melainkan juga tanggung jawab masyarakat.

 “Permasalahan ini harus  diselesaikan bersama-sama, tidak bisa kita hanya bebankan kepada aparat pemerintah, meski itu tanggung jawab mereka,” katanya.

Reni berharap aksi teroris di Surabaya terakhir terjadi di Indonesia. Pencegahan terorisme dan radikalisme harus dilakukan mulai dari lingkungan terkecil seperti RT dan RW. Pengaktifan poskamling adalah cara sederhana untuk memperkuat pengamanan di lingkungan warga.

“Kami berharap peristiwa tidak manusiawi ini tidak terjadi lagi,” tuturnya.(Asikk1)

©