TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 24-Aug-2019 | Pukul : 15:46:10 , Selamat Sore !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Jumlah Koperasi Di Provinsi Kepri Capai 2 Ribu - Hanya 10 Persen Koperasi Yang Sehat

Penulis Asiik2 - 16 April 2019
82
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepri Foto Oleh : Asiik3

TANJUNGPINANG - Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepri mengatakan bahwa terdapat 2 ribu lebih koperasi yang ada di Provinsi Kepri.

Yangmana, dari jumlah tersebut hanya 10 persen koperasi di Provinsi Kepri merupakan koperasi yang sehat.

Hal ini disampaikan kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepri Agusnawarman di Tanjungpinang,Senin (15/4).

"Dari 2 ribu itu hanya sekitar 10 persen yang sehat, atau yang memenuhi syarat sebagai koperasi yakni rutin melakukan rapat tahunan" tegas Agusnawarman.

Agusnawarman mengatakan bahwa ada dua tipe koperasi yang ada di Kepri yakni yang rutin melaksanakan rapat tahunan atau koperasi sehat dan koperasi yang tidak pernah melaksanakan rapat rutin atau tidak sehat.

" Artinya dari 2 ribu koperasi di Kepri hanya 80 koperasi yang sehat dan benar benar dapat di sebut koperasi," ungkap Agusnawarman.

Sedangkan sisanya, lanjut Agusnawarman Koperasi yang tidak menjalankan fungsi dari koperasi itu sendiri.

"Banyaknya koperasi yang didirikan hanya sebatas ingin mendapatkan dana bantuan dari pemerintah, Hingga akhirnya setelah dana bantuan di peroleh , status koperasi hanya di atas kertas saja," ungkap Agusnawarman.

Untuk itu, lanjut Agusnawarman untuk menekan angka koperasi yang tidak sehat di Provinsi Kepri, Pemerintah Provinsi Kepri terus berupaya untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada pengurus koperasi untuk dapat menjalankan koperasi dengan baik dan sesuai aturan.

"Pasalnya untuk membubarkan keberadaan koperasi yang menjamur ini bukan perkara yang mudah,karna banyak pertimbangan yang harus dilakukan salah satunya menyangkut pertanggung jawabatan hutang piutang koperasi tersebut," ungkap Agusnawarman.

Untuk itu, Agusnawarman berharap agar seluruh pengurus koperasi dapat lebih mengerti dan memahami bahwa pendirian koperasi adalah untuk mensejahterakan anggota, bukan mensejahterakan pengurus.

Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri