TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 17-Nov-2019 | Pukul : 16:44:14 , Selamat Sore !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Penulis asiik1 - 30 April 2019
107
Foto Oleh : Diskominfo Kepri
TANJUNGPINANG - Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau menyatakan pemberantasan sarang jentik di pemukiman warga tidak efektif bila dilakukan secara sporadis, melainkan harus serentak. Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Senin (29/4) mengatakan penularan virus Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak Januari-April 2019 cukup memprihatinkan sehingga sudah seharusnya dilakukan upaya untuk memberantas sarang jentik secara serentak. Dinkes Kepri mencatat jumlah penderita DBD tahun ini lebih dari 600 orang, dan berpotensi meningkat jika tidak dilakukan upaya pencegahan.  Ia mengatakan nyamuk penyebab DBD mudah berkembang biak, apalagi terdapat wadah yang berisi air. Air di bak mandi juga harus dikuras atau diganti secara rutin agar tidak menjadi sarang jentik. "Kami belum melihat upaya pencegahan yang dilakukan di pemukiman warga. Semestinya, lurah atau camat menggerakkan RT dan RW untuk mengajak seluruh warga bergotong royong memberantas sarang jentik di rumah dan sekitar lingkungan rumah," katanya. Tjetjep mengemukakan penderita DBD yang awalnya paling banyak berdomisili di Batam dan Tanjungpinang, kini sudah menyebar di Bintan dan Lingga. Pemberantasan sarang jentik secara serentak merupakan cara terbaik untuk menangani permasalahan itu.  "Percuma saja kalau gerakan pemberantasan sarang jentik dilakukan secara sporadis karena sarang baru mudah terbentuk. Harus serentak, bersama-sama memberantas sarang jentik," ucapnya. Hulu dalam penanganan penyakit DBD ini yakni rumah sakit dan puskesmas. Pihak rumah sakit dan puskesmas siap memberi pelayanan kesehatan kepada penderita DBD, namun masyarakat diharapkan cepat melakukan perawatan jika mengalami gejala DBD. "Jangan berlama-lama di rumah. Jika ditemukan gejala DBD segera berobat di rumah sakit atau puskesmas," katanya. Tjetjep menjelaskan pihak rumah sakit dan Dinkes tidak mungkin mengurusi pemberantasan sarang jentik, kecuali menyosialisasikan dan mendorong masyarakat untuk bersama-sama memberantas sarang nyamuk. "Gotong royong memberantasan sarang nyamuk bukan kegiatan yang sulit, sangat mudah, dan hanya membutuhkan waktu yang tidak lama," tuturnya. (Asiik 1 Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri