TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 22-Jul-2019 | Pukul : 20:00:46 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Bekraf RI Beri Sertifikasi Profesi Batik Kepri

Penulis Asiik2 - 14 June 2019
83
Ilustrasi Foto Oleh : Diskominfo Kepri

TANJUNGPINANG - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik Indonesia melalui deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi memberikan sertifikasi profesi Batik yang ada di Provinsi Kepri di CK Hotel Tanjungpinang, Kamis (13/6). Hal ini disampaikan Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi Bekraf Ari Juliano Gema dalam sambutannya. Menurut Ari, kegiatan ini merupakan kegiatan sertifikasi batik ketiga di Tahun 2019, setelah sebelumnya Bekraf menyambangi kota Bandung dan Madura pada Maret dan April lalu. "Program ini merupakan kerja sama antara Bekraf RI bersama Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Batik," ungkap Ari. Ari mengatakan bahwa pemberian Sertifikasi Profesi Batik ini dihadiri oleh Ari Juliano Gema selaku Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi Bekraf,Sabartua Tampubolon selaku Direktur Harmonisasi Regulasi dan Standardisasi Bekraf, Syahrul selaku Walikota Tanjungpinang, Budi Triwinanta selaku Kasubdit Standardisasi dan Sertifikasi, dan Rodia Syamwil selaku Manager Sertifikasi LSP Batik. " Sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, " ujar Ari. Untuk itu,perlu adanya perkembangan teknologi informasi yang membuat kompetensi industri ekonomi kreatif ini agar mampu bersaing di lingkungan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). "Apalagi pada MEA, tidak saja membuka bebas aliran barang, jasa dan investasi, melainkan juga tenaga kerja profesional yang berstandar internasional," tegas Ari. Untuk itu, Lanjut Ari, melalui kegiatan sertifikasi profesi ini, Bekraf, LSP Batik, dan Pemerintah Tanjungpinang berharap dapat membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kondusif bagi para pelaku ekonomi kreatif di Indonesia, khususnya batik. "Tak hanya itu dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman bahwa sertifikat kompetensi sangatlah penting dalam meningkatkan daya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional," jelas Ari. Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul S.Pd sangat apresiasi sekali dengan apa yang dilaksanakan oleh Bekraf RI pada hari ini. “Semoga kedepannya dari Kota Tanjungpinang ada karya baru dari Batik yang sebelumnya sudah ada Batik Gonggong dan kemungkinan kita akan buat kreasi terbaru dari seni batik ini. Menurut saya Batik Daun Sirih lebih dapat dikembangkan di Tanjungpinang,” tambah Syahrul pada sertifikasi yang diikuti 100 orang pembatik yang berasal dari Bintan, Tanjungpinang, Batam, Pekanbaru, Madiun, Malang, dan Jakarta. Dalam kegiatan ini, para peserta mengikuti serangkaian uji kompetensi, kemudian dinilai oleh tim asesor dari LSP Batik. Saat uji kompetensi, para peserta akan dinyatakan kompeten jika telah memenuhi persyaratan sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri