TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 20-Sep-2019 | Pukul : 01:15:59 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Penulis asiik1 - 23 May 2018
342
Foto Oleh : Asrido (Ilustrator)
Tanjungpinang - Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau mempersiapkan uang pecahan Rp3 triliun untuk melayani kebutuhan masyarakat menjelang selama Ramadhan dan Idul Fitri 1439 H. Kepala Perwakilan BI Kepri Gusti Raizal Eka Putra, yang dihubungi Antara di Tanjungpinang, Selasa, mengatakan permintaan uang pecahan di wilayah itu diperkirakan meningkat pada tahun ini. Pada Ramadhan dan Idul Fitri sebelumnya, uang pecahan yang dipersiapkan di Kepri sekitar Rp2,4 triliun. "Tahun ini kemungkinan meningkat karena dipengaruhi hari libur dan cuti bersama," katanya. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, jelasnya, uang pecahan yang dibutuhkan masyarakat lebih banyak dengan nominal besar, dimulai dari Rp20.000 dan Rp50.000. Uang pecahan itu mencapai 90 persen dibanding uang pecahan Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000 dan Rp10.000. "Uang pecahan senilai Rp3 triliun itu lebih banyak beredar di Batam, karena jumlah penduduknya jauh lebih banyak dibanding kabupaten dan kota lainnya," tuturnya. Raizal mengatakan penukaran uang pecahan dapat dilakukan di Kantor BI Kepri. Selain itu, BI juga bekerja sama dengan pihak perbankan untuk melayani kebutuhan masyarakat terhadap penukaran uang pecahan tersebut. Uang pecahan juga dapat ditukar di pelayanan kas keliling BI di sejumlah daerah. "Pihak perbankan diminta untuk membentang spanduk sosialisasi menukaran uang resmi agar diketahui masyarakat. Jadi penukaran uang tidak hanya dapat dilakukan di Kantor BI Kepri, melainkan di seluruh perbankan," katanya. Raizal juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menukarkan uang di tempat yang tidak resmi. Masyarakat harus menghindari penukaran uang di tempat tidak resmi agar tidak mengalami kerugian. Kerugian yang dapat diderita masyarakat yakni jumlah uang pecahan yang diterima tidak sesuai dengan uang yang diberikan. Dikhawatirkan pula dalam uang pecahan itu terselip uang palsu. "Untuk mendapatkan pelayanan yang terbaik, dapat dipertanggungjawabkan, maka memang harus tukar uang di tempat resmi," tegasnya. Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri