TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 18-Sep-2019 | Pukul : 00:33:32 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Penulis asiik1 - 09 April 2018
740
Foto Oleh : Asiik3
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tanjungpinang melaporkan dampak pencemaran laut akibat limbah bauksit kepada Wakil Gubernur Kepri, Isdianto. "Kami minta Pemerintah Kepri menangani permasalahan pencemaran laut yang disebabkan limbah bauksit," ujar Ketua GMNI Tanjungpinang, Andes kepada Isdianto di Kantor Pemprov Kepri, Jumat. Ia mengatakan aktivitas penambangan bauksit memang sudah dilaranh pemerintah sejak tahun 2014. Namun dampaknya masih dirasakan masyarakat, terutama nelayan. "Kasihan nelayan tradisional di Batu Licin, Bintan. Hasil tangkapan ikannya menjadi sedikit karena ekosistem di perairan terganggu akibat pencemaran laut," katanya. Ia mengemukakan, pengurus GMNI baru-baru berbaur dengan warga Batu Licin selama tiga. Salah satu permasalahan yang meresahkan mereka sampai sekarang, dampak dari penambangan bauksit sampai sekarang masih dirasakan. Andes menambahkan permasalahan limbah bauksit juga merusak lahan. Lahan yang rusak berada di sejumlah kawasan di Tanjungpinang dan Bintan "Lahan pascatambang di Wakcopek, contohnya, rusak parah," tuturnya. Menanggapi permasalahan itu, Wakil Gubernur Isdianto mengatakan, setiap penambangan pasti memberi dampak negatif bagi lingkungan. Namun seluruh perusahaan pertambangan wajib menyediakan dana jaminan reklamasi sebelum melakukan penambangan. Pemprov Kepri baru tahun 2017 menangangi permasalahan itu. Artinya, Pemprov Kepri tidak memiliki kewenangan ketika pertambangan berlangsung. Dana jaminan reklamasi juga masih diproses. "Ini persoalan yang akan kami tangani secara serius. Kami mengucapkan terima kasih kepada GMNI yang sudah memberikan informasi penting," katanya. Isdianto mengatakan dirinya baru 10 hari menjabat sebagai Wagub Kepri. Hingga sekarang ini masih mengumpulkan berbagai permasalahan yang terjadi di Kepri untuk membantu tugas-tugas gunernur. Karena itu, ia mengajak pengurus GMNI Tanjungpinang untuk membahas permasalahan itu kembali bersama dinas terkait. "Kalau urusan teknis yang lebih tahu itu dinas terkait. Akan lebih baik kita ahas ini bersama dinas terkait agar memperoleh solusi yang tepat," katanya. Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri