TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 24-Aug-2019 | Pukul : 14:02:23 , Selamat Siang !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Kesbangpol Kepri Gelar Arisan Bulanan Dharma Wanita diselingi Sosialisasi Bahaya Napza oleh BNN Kepri

Penulis sugiarto doso - 18 July 2019
114
Ibu ketua DW Kesbangpol Ny. Dwi Cory Lamidi saat memimpin acara arisan bulanan DW Kesbangpol, Rabu (17/7/2019) Foto Oleh : Sugiarto Doso

TANJUNGPINANG - Dharma Wanita (DW) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)  Provinsi Kepri menggelar arisan bulanan pada Rabu (17/7/2019) pagi di ruang rapat Kesbangpol, acara begitu istimewa karena diselingi dengan sosialisasi bahaya Napza (narkoba,alkohol, psikotropika, zat adiktif) dari narasumber BNN Provinsi Kepri.

Hadir pada acara tersebut Ketua DW Ibu Dwi Cory Lamidi, para anggota DW, Kepala Badan Kesbangpol Ir. Lamidi MM, para kepala bidang dan sub bidang, fungsional serta seluruh staff badan kesbangpol Kepri.

Dalam arisan rutin tersebut terungkap kedepan akan adakan kegiatan sosial berupa kumpul sembako untuk dibagikan ke fakir miskin, baju bekas layak pakai, arisan akan di kocok 2 bulan sekali, kemungkinan arisan akan diadakan dirumah secara bergiliran ungkap ibu Dwi cory Lamidi wanita murah senyum ini.

Dalam kesempatan tersebut ibu Dwi Cory Lamidi menerangkan akan ada sosialisasi Bahaya NAPZA.  Untuk itu dia berpesan kita harus monitor lingkungan keluarga atas Penggunaan Smartphone/HP (konten2 internet/medsos) terutama terhadap anak-anak. Semoga keluarga kita selalu terjaga dari semua efek negatif NAPZA dan Internet/medsos. 

Saat ini sekolah Agama sudah banyak dan sangat bermanfaat utk menanamkan ajaran agama terhadap keluarga kita. Waktu pertemuan kita terhadap keluarga sangat berpengaruh terhadap ajaran ditengah tengah keluarga. Semoga pertemuan ini mendapatkan banyak manfaatnya, ungkap ibu Lamidi sebelum membagikan doorprize yang disambut suka cita anggota DW.

Acara sosialisasi Bahaya NAPZA

Usai arisan DW dilanjutkan sosialisasi NAPZA dengan Narasumber BNN Provinsi Kepri, Ali Chozin, Apt.

Kaban Kesbangpol Ir Lamidi, MM dalam pembukaanya menyebutkan Provinsi Kepri  merupakan provinsi dengan indeks kerawanan narkoba tertinggi se-indonesia.

Kenapa sosialisasi ini penting? Karena  Kepala BNN Provinsi berpesan kepada dirinya  agar  selalu menjaga lingkungan kantor, keluarga, dan lingkungan tempat tinggal untuk terhindar dari bahaya Narkoba. Dan salah satu Tugas utama Kesbangpol yaitu membantu sosialisasi bahaya penyalahgunaan Narkoba (selain Dinkes). Untuk itu mari kita simak dengan baik paparan narsum ini sebagai pengetahuan kita dan jangan sampai kita terlibat.

Kaban Kesbangpol Ir. lamidi MM saat sampaikan tujuan sosialisasi Bahaya Napza diruang rapat Kesbangpol Kepri

Ali Chozin dari BNN Provinsi Kepri menyebutkan Tema Hari Anti Narkotika tahun ini adalah Generasi emas milenial anti narkoba. Untuk itu kita harus selamatkan anak2 (Generasi Emas) kita dari bahaya Narkoba.

Angka Prevalensi Tahun 2011 kita rangking 2 setelah DKI Jakarta se Indonesia. Dan Angka Prevalensi Tahun 2017 kita ranking 16 se Indonesia.

Untuk Proporsi penyalahgunaan Tahun 2017 yaitu pekerja 59%, Pelajar 24%, Populasi Umum 17%. Hari ini ada anak-anak dibawah 18 tahun yg di rehab, usia termuda 12 tahun, ungkapnya

Saat ini jenis narkoba yaitu Ganja, Shabu, Ekstasi merupakan Narkoba terbesar di Indonesia saat ini dan di dunia malam sangat rentan dengan Ekstasi.

Sementara Ganja dan Shabu sangat rentan dilingkungan rumah kita, jenis Ganja masih banyak ditemukan di lapangan.

Ali Chozin juga menerangkan penyalahgunaan Lem juga sangat berbahaya pada anak anak dimana daya rusak otak sangat kuat pada kandungan kimia Lem, begitu juga Rokok aktif dan pasif juga sangat berbahaya bagi kesehatan.

Saat ini ada istilah BLAST yaitu Bored, Lonely, Afraid-angry, Stres, Tired yg menimpa anak-anak sebagai asal mula penyalahguna narkoba.

Dan terakhir, 5 simbol STOP Narkoba yaitu :

 a. Kebijakan

 b. Satgas

 c. Program Kerja

 d. Produk dan Saran

 e. Monev

-Acara sosialisasi ditutup sesi tanya jawab.

Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri