TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 24-Aug-2019 | Pukul : 14:44:22 , Selamat Siang !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Pusat Kaji Penyebab Kerusakan Jembatan 2 Dompak Tanjungpinang

Penulis asiik1 - 13 August 2019
155
Foto Oleh : Asiik3

TANJUNGPINANG - Tim dari Komisi Keamanan Jembatan, Terowongan dan Jalan Kementerian PUPR mengkaji penyebab kerusakan pondasi pada Jembatan 2 Pulau Dompak, Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Tim pusat itu didampingi Dinas PUPR Kepri meninjau dan mengambil sampel pada bagian pondasi yang rusak di Jembatan 2 Pulau Dompak, Selasa.

Anggota Komisi III DPRD Kepri Suryani mengatakan tim tersebut mengambil sampel pada bagian pondasi yang rusak, air laut dan biota yang hidup di sekitarnya.

Dari hasil kajian mereka akan diketahui penyebab kerusakan jembatan itu.

"Besok akan diketahui hasilnya apa," katanya.

Komisi III DPRD Kepri tadi pagi juga membahas soal anggaran dan teknis pelaksanaan perbaikan jembatan tersebut. Perbaikan jembatan perlu dilakukan secepatnya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat pondasi jembatan sudah keropos.

Dari Dinas PUPR Kepri tadi juga sudah menyampaikan berapa anggaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki jembatan itu. Namun Komisi III DPRD Kepri minta penjelasan lebih teknis terkait kebutuhan anggaran.

"Anggaran diusulkan Rp5 miliar, tentu ada dasarnya. Itu yang belum dijelaskan kepada kami," ujarnya.

DPRD Kepri sudah meminta data itu kepada Dinas PUPR Kepri, namun sampai sekarang belum diberikan. Data itu penting sebagai landasan perencanaan terhadap pembangunan jembatan tersebut.

Dari data itu akan diketahui berapa lama masa pemeliharaan jembatan tersebut. Dalam data itu juga akan diketahui bahan-bahan yang dilaporkan kepada pemerintah dengan yang dipergunakan untuk membangun jembatan.

"Data itu dibutuhkan sebagai landasan dalam mengambil tindakan agar tidak melanggar hukum," katanya.

Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri