TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 23-Sep-2019 | Pukul : 14:24:33 , Selamat Siang !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Buralimar : Branding Kepri Masih Identik Dengan Pemerintahan

Penulis Novyana - 22 August 2019
162
Foto Oleh : Novyana
TANJUNGPINANG - Tugas untuk mengembangkan pariwisata Kepri masih cukup banyak. Termasuk mem-branding Kepri di mesin pencari dalam jaringan, yang masih identik dengan pemerintahan. Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar berharap Kepri dapat dikenal sebagai daerah pariwisata di mesin pencari. “Kalau kita search Kepri atau Kepulauan Riau di Google, yang muncul itu gambar-gambar pejabat. Kalau diluar (negeri) kita dikenal dengan Riau Island atau Riau Archipelago. Itu kalau di-search baru yang keluar gambar-gambar indah. Itu tugas kita merubahnya,” sebut Buralimar, Rabu (21/8). Branding ini tidak dapat hanya dilakukan pemerintah saja. Namun juga butuh peran serta seluruh lapisan masyarakat. Apalagi di zaman digital ini, dimana hampir setiap orang terhubung dengan internet. Buralimar berharap, hal itu dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan pariwisata Kepri. Ditambah lagi, kini berswafoto sudah menjadi kebiasaan yang terlewatkan oleh masyarakat digital. “Itu sudah jadi kebutuhan masyarakat. Selfi-selfi-an di objek wisata. Pesan saya satu, jangan hanya curhat saja. Jangan hanya alay saja. Dimana berada, siapapun. Mau ibu-ibu, bapak-bapak, harus berani mempromosikan kepri,” tambah Buralimar. Namun jangan asal unggah. Wajib disertai dengan caption foto yang informative. Mulai dari lokasi, hingga kegiatan yang dilakukan. Jangan lupa untuk menyertakan tanda pagar (#) yang sesuai. “Semakin banyak, akan semakin trending. Lalu orang akan bertanya-tanya itu ada dimana,” ungkap pria yang akrab disapa Pak Bur ini. Buralimar mencontohkan, kekuatan unggahan di medis sosial itu berdampak positif pada Gurun Pasir di Bintan. Kini bekas galian tambang pasir itu telah hits. Hingga dapat menghasilkan sekitar Rp 30 juta per bulan bagi desa. Saat ini yang aktif melakukan hal tersebut adalah Generasi Pesona Indonesia (Genpi). “Kalau anak-anak Genpi itu sudah jadi makanan sehari-hari. Bikin caption-nya bagus. Fotonya menarik. Moment-nya menarik,” sebut Bur. Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri