TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 17-Oct-2019 | Pukul : 14:51:20 , Selamat Siang !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Penulis Asiik2 - 26 August 2019
124
Foto Oleh : asiik2
TANJUNGPINANG - Kementerian Agama Provinsi Kepri (Kemenag Kepri) meminta media massa ikut berperan dalam ikut melestarikan seni budaya dan siaran keagamaan Islam di Provinsi Kepri. Pasalnya, dengan perkembangan media saat ini perlu adanya informasi yang benar terkait pelestarian Seni Budaya Islami. Hal ini disampaikan Plt Kabid Bimas Islam Muhammad Syafii di Tanjungpinang, Jum'at (23/8). "Perkembangan budaya Islam saat ini sangat penting diketahui dan dipahami masyarakat Kepri," ungkap Syafi'i. Yang mana, dengan begitu lanjut Syafi'i dapat melestarikan budaya Islam bagi masyarakat. "Budaya Islam merupakan budaya seni yang sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma keislaman" ujar Syafi'i. Untuk itu,lanjut Syafi'i media diharapkan  dapat berperan aktif dalam menyampaikan dan menyebarkan informasi seni budaya Islam secara real dan benar. "Serta membantu enkulturasi budaya Islam yang berkembang di masyarakat, melestarikan nilai budaya,norma dan falsafah moral," tegas Syafi'i. Sementara itu, ketua Kemenag Bintan Erman Zainuddin mengatakan bahwa seni budaya Islam sangat penting dilestarikan di masyarakat Kepri. "Seni budaya Islam sebagai bahasa universal dapat menjadi nilai moral, sarana mengajak masyarakat berbuat baik dan mencegah perbuatan tercela," kata Erman. Tak hanya itu, Seni Budaya Islam juga dapat meningkatkan pemahaman dan pemikiran terhadap nilai agama. "Sehingga meningkatkan ketaqwaan dalam beribadah masyarakat terutama di Provinsi Kepri dalam konteks seni budaya," ungkap Erman kembali. Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri