TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 04-Aug-2020 | Pukul : 10:13:56 , Selamat Pagi !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Pengamat : Aktivitas Perdagangan Ganggu Ekosistem Perairan Tanjungpinang

Penulis asiik1 - 28 November 2019
168
Kelompok warga membersihkan sampah laut di sekitar Perairan Pelantar I Tanjungpinang. Foto Oleh : Asiik3

TANJUNGPINANG - Aktivitas perdagangan maupun rumah tangga mengganggu ekosistem di sejumlah perairan di Kota Tanjungpinang, kata pengamat lingkungan, Fadhliyah Idris.

"Sampah-sampah plastik tidak hanya mengganggu keindahan laut, melainkan juga memberi pengaruh negatif pada ekosistem di laut," ungkap Fadhliyah dalam seminar bertema "Menyelamatkan Lingkungan Ditengah Desakan Ekonomi", yang diselenggarakan Komunitas Bakti Bangsa di Tanjungpinang, Kamis.

Ia mengatakan sejumlah mahasiswa telah mengkaji pengaruh limbah di perairan terhadap ikan, karang maupun padang lamun. Hasil kajian mahasiswa terhadap ikan sembilang, contohnya, ditemukan mikro plastik pada lambung ikan yang suka dikonsumsi masyarakat.

Selain itu, pada sekitar karang juga ditemukan tumpukan sampah, yang potensial menyebabkan karang tersebut.

"Pada padang lamun juga ditemukan benda, yang dapat mengganggu pertumbuhannya," katanya.

Fadhliyah mengemukakan persoalan pencemaran di pemukiman padat di sejumlah pelantar di Tanjungpinang juga perlu mendapat perhatian serius. Tumpukan sampah itu menyebabkan ekosistem di perairan pelantar itu menjadi terganggu, bahkan mati.

Pembenahan tidak cukup dengan pembersihan sampah di pelantar yang sifatnya sporadis, melainkan harus terus-menerus diingatkan agar dilakukan pembersihan.

"Harus dimulai dengan menyintai lingkungan laut, kemudian merasa memilikinya sehingga tidak rela perairan menjadi kotor," katanya.

Direktur Air, Lingkungan dan Masyarakat (ALIM) Kherjuli, mengatakan, aktivitas perdagangan kerap menimbulkan permasalahan lingkungan. Di pesisir di Kepri, banyak sampah-sampah nonorganik, seperti botol plastik dan kantong plastik.

Pengelolaan sampah plastik juga masih belum maksimal sehingga menyisahkan permasalahan.

"Semestinya pada seluruh produk yang kemasannya menggunakan plastik tertera label yang bertuliskan buanglah sampah pada tempatnya," katanya. 

Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri