TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 06-Apr-2020 | Pukul : 13:32:01 , Selamat Siang !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Pemprov Kepri Tangani Permasalahan Feri Tanjungpinang-Batam Tidak Berlayar

Penulis asiik1 - 05 December 2019
207
Foto Oleh : Istimewa

TANJUNGPINANG - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau langsung menangani permasalahan Feri Baruna dan Feri Oceana rute Tanjungpinang - Batam atau sebaliknya, yang tidak berlayar sejak tadi pagi lantaran kuota solar bersubsidi sudah habis.

Pelaksana Tugas Gubernur Kepri Isdianto, di Tanjungpinang, Kamis, mengatakan, feri atau kapal cepat merupakan kebutuhan vital sehingga harus dicari solusi yang tepat agar tetap berlayar.

"Kami akan memanggil berbagai pihak terkait permasalahan itu agar mengetahui permasalahan sebenarnya, dan mendapatkan solusi yang tepat sehingga feri dapat berlayar," kata Plt Gubernur Kepri.

Ia menjelaskan pihak yang diajak dalam rapat nanti malam antara lain Pertamina, KSOP,  dan agen pelayaran. Dari pertemuan itu diharapkan melahirkan solusi agar feri dapat berlayar.

"Tentu kebijakan yang diambil sesuai ketrntuan yang berlaku, dan bermanfaat bagi publik," tegasnya.

Sebelumnya, Manajer Unit Komunikasi, Relasi dan CSR MOR I Pertamina, Roby Hervindo, membenarkan Plt Gubernur Kepri Isdianto mengundang Pertamina untuk membahas permasalahan Feri Baru dan Feri Oceana yang tidak berlayar akibat kuota solar bersubsidi sudah habis.

"Dalam sehari kami distribusikan 6.300 KL solar bersubsidi untuk masing-masing agen pelayaran," katanya.

Roby menegaskan, kuota solar bersubsidi diberikan langsung BPH Migas, bukan Pertamina.

BPH Migas, kata dia memberi kuota solar bersubsidi kepada tiga perusahaan pelayaran yakni Baruna, Oceana dan Marina. Saat ini, hanya Feri Marina yang beroperasi melayani penumpang.

Kuota solar bersubsidi tersebut diberikan sesuai kebutuhan. Jika terjadi kekurangan, maka pihak perusahaan pelayaran sejak awal seharusnya mengajukan permohonan penambahan kuota solar bersubsidi.

Pernyataan Roby itu sekaligus mengklarifikasi surat yang diumumkan pihak perusahaan pelayaran tersebut, yang seolah-olah feri tidak dapat berlayar lantaran tidak memiliki bahan bakar.

"Kami tidak memiliki wewenang untuk menyelidiki penyebab kuota solar bersubsidi tersebut habis sebelum waktunya," ujarnya.

Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri