TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 01-Apr-2020 | Pukul : 23:59:47 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Harga Babi Naik di Pasar Internasional

Penulis Asiik3 - 12 December 2019
85
Foto Oleh : Diskominfo Kepri

TANJUNGPINANG - Khalid, Koordinator Pengawasan dan Penindakan Karantina Pertanian Tanjungpinang menegaskan jika virus demam babi Afrika (African Swine Fever/ASF), yang kini tengah mewabah di sejumlah negara Asia tidak mempengaruhi ekspor babi Kepulauan Riau.

Tanjunguban, Rabu (11/12/2019), Khalid menjelaskan jika ekspor babi ke sejumlah negara tetangga, salah satunya Singapura, masih tetap normal. 

"Dari Pulau Bulan (Batam) saja, babi hidup yang diekspor ke Singapura rata-rata sebanyak seribu ekor setiap harinya," ujar Khalid. 

Menurutnya, Indonesia, termasuk Bintan saat ini aman dari virus ASF. Sebagai salah satu upaya mencegah masuknya virus itu ke Kepri, Pemerintah melalui  persetujuan Plt Gubernur telah menyetop pasokan daging babi dari Sumatera Utara. 

"Itu (penyetopan) sejak beberapa waktu lalu. Penghentian ini sifatnya sementara untuk mencegah masuknya virus yang tidak diinginkan," timpal Khalid lagi. 

Sebagaimana diketahui, virus ASF telah menyebar di sejumlah negara di Asia, diantaranya di China, Kamboja, Vietnam, Filipina dan terakhir dilaporkan Timor Leste dan menjadi ancaman bagi peternakan babi di  Indonesia. 

Karantina Pertanian Tanjungpinang pun sejak awal pekan kemarin telah fokus melakukan pencegahan dengan melakukan pengawasan barang bawaan yang masuk melalui pintu masuk di Pulau Bintan. Diantaranya Pelabuhan Lobam dan Pelabuhan ASDP Tanjunguban. 

Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri