TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 01-Apr-2020 | Pukul : 00:29:30 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

900 Kasus Dinkes Kepri Lebih Waspadai DBD Dari Corona

Penulis Novyana - 30 January 2020
128
Selama 2019 lalu ada lebih dari 900 kasus DBD di Kepri, dengan 13 kematian. Sepanjang Januari 2020 ini saja sudah ada 80 kasus DBD. Masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan, agar terhindar dari DBD. Foto Oleh : Asiik3

TANJUNGPINANG - Selama 2019 lalu tercatat lebih dari 900 kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kepri. Dengan 13 kasus kematian. Sepanjang Januari 2020 ini saja sudah terjadi 80 kasus DBD. Masyarakat diminta untuk proaktif melindungi keluarga dari DBD.

“Selama 2019 penyakit paling banyak di Kepri demam berdarah. Ada 900-an kasus dengan kematian 13. Paling banyak di Batam, Tanjungpinang dan Bintan. Itu termasuk penyakit menular, yang ditularkan dari nyamuk ke manusia,” ujar Tjetjep Yudiana, Kadis Kesehatan Kepri, Kamis (30/1).

Sepanjang Januari 2020 ini sudah terjadi 80 kasus DBD. Dengan kasus terbanyak terjadi di Tanjungpinang dan Batam. ”Yang 80 Sudah sembuh. Alhamdulillah belum ada kematian,” sebut Tjetjep. Ia berharap tidak ada kasus kematian karena DBD pada 2020 ini. 

Tjetjep menyesalkan tingginya kasus DBD di Kepri. Apalagi penyakit ini termasuk yang mudah diatasi oleh masyarakat sendiri. Mulai dari menjaga lingkungan rumah, lingkungan kerja dan lingkungan sekolah. 

Secara teratur masyarakat diminta untuk membersihkan tempat-tempat penampungan air. Nyamuk dengue senang dengan genangan air yang bersih. Seperti air penampungan kulkas, tempat penampungan dispenser, bak penampungan air atau alas pot bunga.

Tjetjep juga minta rumah sakit dan Puskesmas di Kepri untuk fokus dengan DBD ini. Begitu juga dengan masyarakat. Harus lebih perduli dengan DBD, ketimbang dengan Corona. Karena saat ini belum ada kasus Corona yang perlu dikhawatirkan di Kepri.

“Jadi menurut saya masyarakat harus lebih waspada pada DBD. Karena belum ada terbukti positif Corona di Indonesia. Sedangkan DBD ini sudah ramai yang terjangkit dan sudah ada kasus kematian. Biar tenaga kesehatan saja yang fokus pada Corona,” sebut Tjetjep.

Dipublish Oleh - diskominfo