TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 01-Apr-2020 | Pukul : 01:15:27 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Tingginya Pasien Cuci Darah di Kepri, Ayo Ikuti Gubernur Bersepeda

Penulis Novyana - 30 January 2020
105
Saat ini ada lebih dari 800 pasien yang wajib menjalani cuci darah setiap pekan di Kepri. Tjetjep Yudiana, Kadis Kesehatan Kepri mengajak masyarakat banyak beraktifitas fisik. Seperti mengikuti langkah Plt Gubernur Kepri yang gemar bersepeda. Foto Oleh : Asiik3

TANJUNGPINANG - Hipertensi dan diabetes menjadi penyakit tidak menular (PTM) yang paling dikhawatirkan di Kepri. Saat ini ada lebih dari 800 pasien yang diharuskan melakukan cuci darah setiap pekan. Masyarakat diminta melakukan pola hidup sehat, agar terhindar dari stroke dan serangan jantung.

“Paling banyak PTM, hipertensi dan diabetes. Dua penyakit ini berpotensi terhadap stroke dan jantung. Makanya segera sekarang siapapun harus sering memeriksakan kesehatan. Setiap tiga bulan sekali. Cek gula darah, cek tensi,” ujar Tjetjep Yudiana, Kadis Kesehatan Kepri, Kamis (30/1).

Mengecek kadar gula darah dan tensi, merupakan dua hal utama. Setelah itu baru melakukan cek kolesterol, trigliserida dan asam urat. Dari situlah dokter akan mampu melakukan pencegahan, agar tidak masuk keranah stroke atau jantung, malah gagal ginjal.

Mengecek kesehatan secara rutin menjadi penting. Karena kini stroke dan gagal ginjal tak hanya terjadi pada usia lanjut saja. Tapi juga pada usia produktif. “Ada yang terkena serangan jantung, meninggal, usia 23 tahun. Ada yang terkena stroke usia 20 tahun,” terang Tjetjep.

Tjetjep mengingatkan masyarakat untuk mengurangi konsumsi minuman penambah energi. Lebih baik jika ingin menambah stamina, dilakukan dengan cara berolahraga secara rutin. “Kalau mau berprestasi kenapa harus pakai penambah stamina. Biarkan antibody kita sendiri, dengan kekuatan dia sendiri,” tambah Tjetjep.

Jika sudah terkena diabetes dan hipertensi, maka akan beresiko terkena serangan jantung, stroke dan ginjal. “Dan ini sangat banyak. Yang cuci darah tambah banyak. Sekarang tercatat cuci darah di Kepri seminggu dua sampai tiga kali, tercatat 800 orang lebih. Usia antara 20-70 tahun,” sebut Tjetjep.

Saat ini hampir semua rumah sakit di Kepri sudah mampu melayani kasus pencucian darah. Di Pulau Bintan ada RSUP Raja Ahmad Thabib, RSUD Tanjungpinang, RSAL DR. Midiyoto, RS Tanjung Uban. Tjetjep minta pola hidup sehat diterapkan. Terutama sejak dini pada anak-anak.

Anak-anak dibiasakan untuk makan makanan yang bergizi dan kaya serat. Serta tidak selalu bermain dengan gawai. Lebih banyak beraktivitas fisik, agar tidak beresiko terserang obesitas lalu berujung pada diabetes.

“Harus banyak bergerak. Pak Gubernur sekarang sudah main sepeda. Ayok pada beli sepeda semuanya. Berapalah harga sepeda. Tapi kalau masuk rumah sakit, tidak cukup Rp 1 juta, Rp 20 juta juga keluar,” ungkap Tjetjep.

Dipublish Oleh - diskominfo