TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 01-Apr-2020 | Pukul : 23:56:10 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Kadinkes Kepri : Mengalami Gejala Segera Cek ke Puskesmas

Penulis Novyana - 30 January 2020
128
Bila mengalami gejala demam, batuk dan sesak nafas, masyarakat Kepri diminta langsung memeriksakan diri ke Puskesmas, praktek dokter atau ke rumah sakit. Saat ini ada satu pasien yang sedang diobeservasi karena mengalami gejala tersebut. Pasien yang diisolasi di RS Embung Fatimah tersebut, ternyata mengalami sakit pnenumonia. Foto Oleh : Asiik3

TANJUNGPINANG - Warga Kepri yang mengalami batuk, demam dan sesak nafas diminta untuk segera mengunjungi pusat kesehatan. Apalagi yang baru saja kembali dari daerah atau berhubungan dengan orang dari daerah yang terjangkit vuris corona.

Seperti seorang warga Batam, yang saat ini sedang diobeservasi di Rumah Sakit Embung Fatimah, Batam. Seorang kru kapal kargo yang kerap bolak-balik dari Batam ke Singapura ini, mengalami ketiga gejala tersebut. Ia kemudian memeriksakan diri.

“Yang di Embung Fatimah ini warga Indonesia. Yang kru kapal asal Batam, bekerja di kapal kargo ke Singapura. Melapor kemarin sore. Ada ketiga gejala. Hasil terakhir pneumonia. Sekarang sedang dicek CT paru. Dia dalam keadaan sangat sadar,” ujar Tjetjep Yudiana, Kadis Kesehatan Kepri, Kamis (30/1).

Pasien tersebut kini sedang diobservasi di ruang isolasi RS Embung Fatimah. Sebelumnya ada 10 orang asal Cina yang juga diobservasi. Namun sudah dipulangkan, karena sudah sehat. Tjetjep minta warga yang mengalami demam, batuk dan sesak nafas agar memeriksakan diri.

Bisa ke Puskesmas, ke praktek dokter swasta atau ke rumah sakit. “Karena setiap gejala itu akan kita tingkatkan  observasinya. Tanpa kerjasama ini tentu kita akan lemah melakukan cegah tangkal. Tapi jangan lantas itu direspon itu sebagai suatu corona virus,” sebut Tjetjep.

Tjetjep tidak mau masyarakat resah dengan virus corona ini. “Karena kalau kita langsung menganggap seperti itu, sama dengan menimbulkan keresahan. Sekarang pemerintah Singapura sejak kemarin sudah mengembalikan penumpang-penumpang atau warga negara yang memiliki passport Wuhan,” jelas Tjetjep.

Hal itu dianggap berdampak positif bagi Kepri. “Jadi kita terlindungi dengan sendirinya. Tidak usah terlalu takut. Dengan sendirinya Kepri akan terlindungi karena Singapura sudah melakukan penangkalan yang luar biasa,” terang Tjetjep.

Apalagi di Singapura belum terdengar penularan dari pasien kepada masyarakat. “Ini suatu hal yang postif. Kita tidak boleh resah. Percayakan kepada petugas kesehatan yang memang bekerja. Saya pantau terus,” tutup Tejtejep.

Dipublish Oleh - diskominfo