TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 01-Apr-2020 | Pukul : 01:17:55 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Setop Di Kamu, Jangan Asal Sebar Hoax Corona

Penulis Novyana - 30 January 2020
195
Foto Oleh : Asiik3

TANJUNGPINANG- Beredar di jejaring whatsapp, ada satu orang pasien di Rumah Sakit Embung Fatimah, Batam, yang diduga mengidap virus nCoV-2019 atau virus corona. Tapi itu kabar tidak benar alias hoax. Dinas Kominfo Kepri minta agar masyarakat tidak menyebar kabar bohong, yang dapat menimbulkan keresahan.

“Sekarang ini beredar broadcast whatsapp tentang pasien nCoV-2019 atau corona di Batam. Itu tidak benar. Kepala Dinas Kesehatan Kepri sudah menyatakan, bahwa pasien itu mengidap pneumonia,” ujar Iskandar Zulkarnaen Nasution, S.IP, M.Phil, Kabid Pengelolaan Komunikasi Publik, pada Diskominfo Kepri, Kamis (30/1).

Masyarakat diminta bijak dalam bermedia sosial. Tidak hanya untuk tidak menyebar berita bohong atau hoax, tapi juga tidak menyebar tentang data pasien. Pasalnya beredar data dan kronologis pasien yang diobservasi di Rumah Sakit Embung Fatimah, Batam.

“Saya juga dapat broadcast seperti itu. Lengkap dengan fotonya. Tapi hal seperti itu jangan disebarkan kembali, cukup setop di kita saja. Karena menyebar data-data pasien itu melanggar hak privasi pasien,” tambah Iskandar.

Apalagi Permenkes nomor 269 tahun 2008 telah mengatur soal rekam medis pasien ini. Dalam Pasal 12 dijelaskan bahwa ringkasan rekam medis dapat diberikan, dicatat, atau dicopy oleh pasien atau orang yang diberi kuasa atau atas persetujuan tertulis pasien atau keluarga pasien yang berhak untuk itu.

Dari bunyi pasal Pasal 12 ayat (4) Permenkes 269/2008 dapat diketahui bahwa yang berhak mendapatkan ringkasan rekam medis adalah pasien, keluarga pasien, orang yang diberi kuasa oleh pasien atau keluarga pasien dan orang yang mendapat persetujuan tertulis dari pasien atau keluarga pasien.

“Bila masyarakat ingin tahu tentang perkembangan nCoV-2019 atau virus corona, bisa langsung kontak ke call center di 0813 7879 0002. Sama-sama kita jadi masyarakat yang cerdas,” tambah Iskandar.

Dipublish Oleh - diskominfo