TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 11-Jul-2020 | Pukul : 06:36:36 , Selamat Pagi !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Pemprov Kepri perangi informasi hoaks virus corona

Penulis asiik1 - 05 February 2020
116
Foto Oleh : Diskominfo Kepri

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berupaya memerangi informasi hoaks terkait penyebaran virus hoaks di wilayah itu, terutama di Natuna.

Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi dan Informasi Dinas Kominfo Kepri, Iskandar Zulkarnaen Nasution, di Tanjungpinang, Selasa, mengatakan, penyebaran informasi hoaks sangat deras sampai sekarang.

"Ini (informasi hoaks) menimbulkan rasa takut yang berlebihan. Ini yang tidak baik, dan kami perangi," ujarnya.

Iskandar belum dapat memastikan motif dari penyebaran informasi hoaks terkait virus corona, mulai dari penanganan warga yang terindikasi mengidap virus corona, penularan, hingga Natuna ditetapkan sebagai daerah karantina WNI daei Wuhan.

Informasi itu tidak hanya menyebar di media sosial, melainkan juga sejumlah media massa. Akibat informasi ini, masyarakat menjadi panik, padahal berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan terhadap orang-orang yang dicurigai mengidap virus corona, ternyata negatif.

Bahkan WNI dari Wuhan yang dikarantina di Natuna dalam kondisi sehat setelah dilakukan berbagai tahapan pemeriksaan kesehatan mulai dari China, Batam dan Natuna.

"Kami pastikan WNI yang ada di asrama karantina Bandara Raden Sadjad TNI AU Natuna semuanya dalam keadaan sehat," ujarnya.

Diskominfo Kepri tidak hanya menyebarkan berita, melainkan juga foto dan video untuk memerangi informasi hoaks yang tersebar luas.

"Kami berharap masyarakat tidak termakan informasi yang tidak benar, apalagi menyebarkannya. Percayakan kepada pemerintah dalam menangani persoalan ini," katanya.

Dipublish Oleh - diskominfo