TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 01-Apr-2020 | Pukul : 23:28:15 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

7 Warga Tanjungpinang yang Diobservasi 95 Persen Negatif Virus Korona

Penulis Asiik3 - 14 February 2020
31
Keterangan pers digelar Tim Kesehatan Tanjungpinang terkait satu keluarga di Tanjungpinang yang diobservasi terkait notifikasi Pemerintah Singapura sebagai suspect Virus Korona, Senin (10/2/2020). Kadinkes Kepri, Rustam menegaskan keluarga berjumlah tujuh orang itu dalam kondisi sehat dan tidak terpapar nCoV-2019. Foto Oleh : Asiik3

TANJUNGPINANG - Tim Kesehatan kembali memastikan 6 warga Tanjungpinang yang kini menjalani masa observasi dalam keadaan sehat dan tidak terpapar virus korona (2019-nCoV).

Kepastian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam dalam konfrensi pers digelar Senin (10/2/2020).

Rustam, didampingi Kapolres Tanjungpinang AKBP Muhammad Iqbal dan Petugas Karantina Kesehatan Pelabuhan menegaskan jika 95 persen warga Tanjungpinang itu bebas virus korona.


"Pastinya menunggu hasil usap tenggorokan dan diuji di laboraturium Kementerian Kesehatan guna memastikannya," kata Rustam.

Menurut dia, sebanyak tujuh orang warga Tanjungpinang yang merupakan satu keluarga kini menjalani observasi. Enam orang dia jelaskan adalah mereka berdasar data notifikasi Pemerintah Singapura sebagai suspect 2019-NcoV, sedangkan seorang lagi adalah anak-anak yang kini tinggal serumah bersama mereka di sebuah Perumahan yang terletak di KM 7 Tanjungpinang.

Ketujuh orang dalam satu keluarga ini menjalani observasi hingga 13 Februari 2020. Selama itu mereka menjalani pemeriksaan secara berkala dua kali sehari dan dilarang melakukan kontak fisik secara langsung dengan orang luar.

"Kebutuhan mereka selama observasi ditanggung oleh pemerintah," imbuhnya.

Rustam mengakui jika notifikasi Pemerintah Singapura itu disampaikan atas riwayat perjalanan dilakukan oleh keluarga dimaksud. Desember 2019, mereka melakukan perjalanan ke sejumlah negara. Mulai dari Singapura, Malaysia dan Korea Selatan. Mereka kembali ke Tanjungpinang 31 Desember 2019.

"Mereka (beberapa diantaranya) memang memiliki riwayat perjalanan ke Tiongkok. Tapi itu Desember 2018," sebut Rustam lagi.

Rustam menegaskan warga tidak perlu khawatir dengan kondisi ini. 

Demikian pula disampaikan Kapolres Tanjungpinang, AKBP Muhammad Iqbal.  Dalam kesempatan ini, Kapolres berharap hal ini tidak perlu dibesar-besarkan. Selain dipastikan keluarga dimaksud dalam keadaan sehat, penting juga memikirkan dampak psikologis terhadap mereka.

"Salah satu dari pihak keluarga mengeluhkan psikologis mereka," tegas Iqbal.

Dipublish Oleh - diskominfo