TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 19-Sep-2020 | Pukul : 21:51:28 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Dinkes: Enam WNI di Tanjungpinang Tidak Terinfeksi Virus Corona

Penulis asiik1 - 14 February 2020
177
Tim Kesehatan Dinkes Tanjungpinang berasama satu keluarga di Perumahan Pondok Gurindam KM 7 yang menjalani observasi virus korona, Jumat (14/2/2020). Setelah menjalani 5 hari masa karantina, keluarga ini dinyatakan tidak terjangkit. Foto Oleh : Istimewa

Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau mengemukakan enam WNI yang terindikasi infeksi virus corona dalam kondisi sehat setelah ditangani secara medis.

Kepala Dinkes Kepri Tjetjep Yudiana, yang dihubungi dari Tanjungpinang, Jumat, mengatakan, enam WNI yang merupakan satu keluarga tersebut sudah diperiksa secara intensif tadi di kediamannya di Tanjungpinang.

Mereka dikarantina di kediamannya. Namun para tetangga sempat merasa khawatir tertular virus tersebut.

Padahal sejak awal, tim terpadu yang menangani virus corona sudah memastikan tidak ada tanda-tanda keenam orang itu terinfeksi virus corona. Namun mereka tetap harus ditangani secara medis sesuai prosedur WHO.

"Setelah diinkubasi, hasilnya mereka tidak terinfeksi virus tersebut," ujarnya.

Tjetjep mengemukakan pihaknya akan mengunjungi rumah mereka yang merupakan satu keluarga. Kunjungan itu sekaligus silahturahim dengan RT dan RW  setempat.

Tujuannya, mengembalikan kepercayaan kepada warga setempat terhadap enam orang tersebut yang sebelumnya dijauhi.

"Kami akan menyosialisasikan kepada warga bahwa keenam orang itu dalam kondisi sehat, sama sekali informasi terkait mereka terinfeksi virus corona itu, tidak benar," tegasnya.

Tjetjep tidak ingin merespons informasi terkait pernyataan pihak yang berwenang di Singapura, yang menyebutkan keenam WNI tersebut "suspect" virus corona. Namun informasi tersebut tetap ditindaklanjuti untuk memberi kepastian kepada masyarakat.

"Kami tidak mencampuri urusan lain, selain memeriksa pasien, dan memastikan mereka tidak terinfeksi virus corona," katanya.

Ia mengemukakan keenam WNI tersebut sudah berada di Tanjungpinang sejak 4 Februari 2020. Namun setelah empat hari kemudian muncul informasi mereka terinfeksi virus corona.

Jika mereka terinfeksi virus corona, besar kemungkinan terdeteksi di pelabuhan.

"Kami berharap masyarakat percayakan kepada pemerintah yang menangani permasalahan ini secara serius," katanya.

Dipublish Oleh - diskominfo