TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 07-Aug-2020 | Pukul : 22:45:16 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Isdianto Menanti Usulan PSBB Dari Kabupaten dan Kota

Penulis Novyana - 16 April 2020
152
Foto Oleh : Diskominfo Kepri

TANJUNGPINANG- Pemerintah Provinsi Kepri masih menunggu pengajuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dari kabupaten dan kota. Walaupun PSBB tidak akan mudah, namun diharapkan akan memutus mata rantai penyebaran corona di Kepri.

Pengajuan PSBB tersebut sempat disampaikan Sekda Kepri, H.T.S. Arif Fadillah pada saat video conference dengan Komisi I DPRD Kepri, Rabu (15/4/2020). Ia mengakui PSBB masih perlu dikaji mendalam, karena akan berdampak pada banyak sector.

“PSBB ini tidak mudah. Akan banyak yang terdampak dari penerepan ini. Belum lagi dari sisi ketenagakerjaan, ekonomi, sosial dan sebagainya. Pemerintah pada prinsipnya tetap berharap kesehatan masyarakat tetap terjaga. Disamping itu ekonomi juga tidak terganggu dan tetap berjalan walaupun dalam gerak yang lambat,” sebut Arif.

Namun opsi itu masih terus dipertimbangkan, karena PSBB dipandang dapat memutus mata rantai penyebaran virus corona. Apalagi kini di Kepri penyebarannya terus mengalami peningkatan.

"Hari ini, bertambah lagi pasien positif. Kasus ini diyakini merupakan kasus transmisi lokal karena terkait erat dengan tempat mereka bekerja. PSBB akan menjadi langkah selanjutnya untuk memutus mata rantai ini," kata Isdianto, Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kepri, Rabu (15/4/2020).

Karena itu Isdianto minta masyarakat ikut membantu memutus mata rantai penyebaran virus corona, dengan berdiam diri di rumah. Hingga kini, sudah sebanyak 32 pasien terkonfirmasi positif di Kepri. 

Jumlah ini tersebar di Batam sebanyak 17 orang, Tanjungpinang 14 dan Karimun satu orang. Juga masih ditunggu perkembangan hasil swap test, dari masyarakat yang sudah menjalani hasil rapid test dan hasilnya reaktif.


Saat ini masih 83 orang yang reaktif saat menjalani rapit test. Terbanyak berada di Batam dengan jumlah 71 orang. Di Tanjungpinang, pasien reaktif dengan rapid test ada 9 orang. Di Karimun dua dan satu orang di Bintan.
Dalam laporan Tim Gugus Tugas, jumlah orang tanpa gejala (OTG) mengalami peningkatan drastis. Jika sampai Selasa lalu berjumlah 697 orang, Rabu ini meningkat menjadi 980 orang.
Jumlah terbanyak berada di Batam sebesar 459 orang. Di Tanjungpinang, tercatat 365 OTG. OTG di Kabupaten Bintan masih dalam jumlah 129 orang. Di Karimun tetap 12 orang dan Natuna empat orang.
Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga mengalami peningkatan. Dari 218 orang menjadi 233. Demikian juga dengan Orang Dalam Pengawasan juga meningkat tajam dari 2.261 menjadi 2.338 orang.
Isdianto memang menunggu usulan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari kabupaten dan kota di Kepri. Setelah menerima permohonan PSBB tersebut, Isdianto akan langsung merekomendasikan kepada Menkes untuk segera ditetapkan.
Setelah ditetapkan, kata Isdianto, daerah yang disetujui PSBB akan langsung menjalankannya. Tentu untuk itu semua perlu dukungan masyarakat, agar mengikuti arahan dalam PSBB.
"Kia berharap ketika masa PSBB berakhir, berakhir juga sebaran pandemi covid-19 di Kepri," kata Isdianto.

Dipublish Oleh - diskominfo