TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 11-Jul-2020 | Pukul : 08:35:25 , Selamat Pagi !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

RSUP Kepri Hanya Tersedia 16 Ruangan Isolasi Pasien COVID-19

Penulis asiik1 - 21 April 2020
147
Foto Oleh : Asiik3

Rumah Sakit Ahmad Thabib (RSUP Kepulauan Riau) di Kota Tanjungpinang hanya memiliki 16 ruangan isolasi untuk pasien COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Selasa (21/04), mengatakan, ruangan isolasi di RS Ahmad Thabib tidak mencukupi sehingga menggunakan belasan ruangan isolasi di Rumah Singgah, yang berada dalam satu pekarangan dengan RS Ahmad Thabib.

"Kalau seluruh pasien COVID-19 dirawat di RSUP dan Rumah Singgah, tentu tidak mencukupi," katanya, yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kepri.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kepri, kata dia sejak dua bulan lalu sudah mencari tempat khusus untuk isolasi pasien COVID-19, namun sampai sekarang belum mendapatkannya. Sejumlah pihak hotel telah dilobi, namun gagal.

"Pihak hotel menolak dijadikan tempat isolasi pasien COVID-19," ucapnya.

Dengan kondisi ini, menurut dia karantina mandiri merupakan solusi bagi pasien COVID-19, namun tetap harus sesuai dengan protokol kesehatan agar tidak menulari orang lain. Tim medis juga tidak mengijinkan seorang pasien COVID-19 melakukan karantina mandiri seandainya potensial menyebarkan virus itu kepada orang lain.

Selain kepribadian pasien, tim media juga menyelidiki rumah pasien tersebut, apakah memenuhi persyaratan untuk karantina mandiri. Karantina mandiri hanya dapat dilakukan kepada pasien yang memiliki kamar sendiri dan toilet di kamar tersebut.

"Kalau toiletnya di luar kamar pribadi, tentu berisiko sehingga tidak memenuhi syarat untuk karantina mandiri," ucapnya.

Dari 21 pasien positif COVID-19, hanya tiga orang yang diijinkan untuk melakukan karantina mandiri yakni Pasien Nomor 19, 20 dan Pasien 21. Pasien 21 ini cucu dari Pasien Nomor 19.

Kondisi ketiga pasien tersebut, baik. Karantina mandiri tetap dalam pengawasan medis. Karantina mandiri akan lebih baik karena pasien berada di rumahnya, dan lebih mendapatkan perhatian.

Kebahagian pasien yang diperoleh dari anggota keluarga merupakan energi positif dalam meningkatkan imun tubuh pasien.

"Pasien potensial sembuh jika mengikuti saran dokter dalam menjaga kesehatan, dan selalu meningkatkan imun tubuh," katanya.

Dipublish Oleh - diskominfo