TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 20-Jan-2021 | Pukul : 05:27:46 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Pasien Meninggal Dunia di Kepri Akibat COVID-19 Capai 3 Persen

Penulis asiik1 - 23 September 2020
3973
Foto Oleh : Diskominfo Kepri

TANJUNGPINANG- Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau menyatakan jumlah pasien yang meninggal dunia akibat COVID-19 sebanyak 55 orang atau 3 persen dari total jumlah pasien yang terkonfirmasi C0VID-19.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kepri Tengku Said Arif Fadillah, di Tanjungpinang, Selasa (22/09), mengatakan, pasien yang meninggal dunia akibat COVID-19 terbanyak di Batam, kemudian Tanjungpinang dan Bintan.

Jumlah pasien yang meninggal dunia akibat COVID-19 di Batam mencapai 42 orang, Tanjungpinang tujuh orang, Bintan tiga orang, Lingga dan Karimun masing-masing satu orang.

"Rata-rata yang meninggal dunia akibat COVID-19 memiliki penyakit penyerta," ujarnya.

Arif menjelaskan jumlah pasien COVID-19 di Kepri bertambah 74 orang sehingga menjadi 1805 orang. Sementara pasien yang sudah sembuh dari COVID-19 bertambah lima orang sehingga menjadi 1114 orang.

Total kasus aktif COVID-19 di Kepri sebanyak 636 orang.

"Tidak ada penambahan angka kematian hari ini," katanya.

Ia mengatakan kasus aktif COVID-19 di Kepri tersebar di Batam sebanyak 544 kasus, Karimun dua kasus, Tanjungpinang 25 kasus, dan Bintan 45 kasus.

"Mudah-mudahan seluruh pasien yang dirawat dan dikarantina segera sembuh," ucapnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan pada masa adaptasi kebiasaan baru. Protokol kesehatan ini harus selalu dilakukan pada saat berinteraksi dengan keluarga yang tidak tinggal serumah, teman rumah ataupun di tempat kerja, sehingga klaster keluarga dan klaster tempat kerja bisa kita cegah bersama-sama. 

Protokol kesehatan yang senantiasa harus dilakukan adalah memakai masker, menjaga jarak (tidak bersalaman) dan mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin.

Dipublish Oleh - diskominfo