TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 02-Mar-2021 | Pukul : 10:49:31 , Selamat Pagi !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Masuk Ke Kepri, Gubernur Syaratkan Tes Antigen Dan RT-PCR

Penulis Asiik2 - 15 January 2021
8818
Foto Oleh : Istimewa

TANJUNGPINANG- Pemerintah Provinsi Kepri memberikan persyaratan wajib yang harus dilengkapi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang ingin masuk ke Provinsi Kepri yakni surat keterangan hasil negatif tes RT PCR atau Non reaktif rapid Tes Antigen dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Hal ini disampaikan Gubernur provinsi Kepri H Isdianto dalam Surat Edarannya Nomor:400/SET-STC19/I/2021 tentang ketentuan perjalanan orang dalam negeri dengan moda transportasi umum dimasa pandemi covid-19 tertanggal 11 Januari 2021.

"Itu untuk persyaratan masuk Kepri jika menggunakan moda transportasi laut," ungkap Isdianto.

Sedangkan jika menggunakan moda transportasi udara, Isdianto menjelaskan persyaratan untuk surat keterangan hasil negatif tes RT PCR dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan.

"Sedangkan hasil non reaktif rapid tes antigen harus dalam kurun waktu 2 x 24 jam sebelum keberangkatan," ujar Isdianto.

Sementara persyaratan lainnya, lanjut Isdianto antara moda transportasi udara dan laut sama yakni tidak dalam kondisi sakit atau memiliki gejala suspeck Covid-19.

"Dan yang paling penting wajib mengisi e-HAC dengan benar dan jujur," tegas Isdianto.

Isdianto mengatakan Surat Edaran ini berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan tanggal 25 Januari 2021 hingga dievaluasi lebih lanjut sesuai kebutuhan guna penanggulangan pandemi covid-19 di provinsi Kepri.

Dipublish Oleh - diskominfo