TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 16-Jul-2019 | Pukul : 01:42:40 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Jemaah Calon Haji Waspadai Heat Stroke

Penulis Cici - 14 July 2018
237
Foto Oleh : Asiik3

Diperkirakan suhu di Arab Saudi akan mencapai 53 derajat Celsius pada musim haji 2018 ini. Tentunya suhu itu akan menjadi kendala tersendiri bagi Jemaah calon haji asal Indonesia. Jemaah diingatkan untuk melakukan sejumlah pencegahan agar tak terkena heat stroke selama di tanah suci.

“Yang harus diwaspadai Jemaah Indonesia itu heat stroke atau serangan stroke karena cuaca panas. Tahun 2017 lalu cuaca di Mekah sekitar 50 derajat celcius, tentunya itu agak menyulitkan Jemaah Indonesia. Jadi ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk mencegah,” dr. Fersia Iranita Liza, SpP, Jumat (13/7).

Banyak mengkonsumsi air sudah menjadi keharusan. Minimal satu hari jemaah harus memenuhi dua hingga tiga liter kebutuhan air selama di tanah suci. Hal itu dilakukan agar tidak mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi. Usahakan membawa kemasan minuman kemanapun.

Dokter spesialis paru ini juga mengingatkan Jemaah untuk membawa masker. “Bukan masker hijau yang untuk bedah itu. Tapi masker dari bahan kaos yang biasanya banyak dijual di took kebutuhan haji. Itu wajib dikenakan menutup mulut dan hidung,” ujar wanita yang akrab disapa Dokter Eci ini.

Hal itu dapat mencegah debu dan juga bakteri masuk melalui hidung dan mulut. Dokter mengingatkan jemaah untuk membawa botol spray, yang digunakan untuk menyemprotkan air ke masker maupun ke wajah Jemaah. Hal itu untuk mengurangi resiko terkena heat stroke.

“Kalau wudhu basahi juga kepala, untuk mengurangi panas. Nanti kalau sudah kering lagi, semprot dengan spray. Kalau bisa gunakan handuk yang dibasahi air untuk menutupi kepala atau membasuh tubuh,” tambah Dokter Eci.

Jangan sampai ada jemaah yang tidak mengenakan sandal. “Di pelataran masjid masih diperkenankan menggunakan sandal, kecuali jika memasuki masjid baru dilepaskan. Selama belum ada larangan melepaskan sandal, harus dipakai. Karena tahun lalu ada Jemaah yang kakinya melepuh karena panas,” ujar Dokter Eci.

Meskipun konsentrasi beribadah, Dokter Eci mengingatkan agar jemaah menjaga pola makan dan beristirahat yang cukup. Persiapkan fisik untuk menjalankan wukuf, karena itu termasuk yang paling berat.

Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri