TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 20-Jun-2019 | Pukul : 22:39:34 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Disdik Kepri Petakan Permasalahan PPDB Kepri

Penulis Asiik2 - 17 July 2018
155
Kadis Pendidikan Kepri Foto Oleh : Diskominfo Kepri

Tanjungpinang - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Muhammad Dali mengatakan bahwa Diknas Provinsi Kepri hingga kini telah memetakan masalah PPDB ini secara rinci.

Yangmana, salah satunya adalah sistem PPDB terkait penerapan sistem zonasi.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri H Muhammad Dali saat berdiskusi terkait PPDB ini bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Provinsi Kepri di Kantor DPRD Kepri, Senin (16/7).

Dari tujuh kabupaten kota Se Provinsi Kepri,dikatakan Dali hanya hanya empat kabupaten kota yang menerapkan sistem zonasi. Dan dari empat kabupaten kota yang menerapkan sistem zonasi dua diantaranya bermasalah yakni Batam dan Tanjungpinang.

"Penyebab utamanya adalah tingginya minat orangtua siswa untuk menyekolahkan anaknya pada sekolah-sekolah favorit,” kata Dali.

Dikatakan Dali, satu sisi sekolah itu memiliki keterbatasan daya tampung, namun disisi lain masyarakat mengharapkan putra putrinya bersekolah di sekolah yang dikategorikan favorit tersebut 

Adapun SMU-SMU favorit yang kerap jadi bidikan orang tua antara lain, SMU 1, SMU 3, SMU 5 dan SMK 1 untuk Kota Batam. Sedangkan di Tanjungpinang, SMU 1, SMU 2 dan SMK 1 jadi SMU incaran siswa baru.

"Untuk daya tampung, SMU 1 Tanjungpinang misalnya, hanya mampu menampung 324 siswa. Padahal yang mendaftar mencapai 663 siswa. Demikian juga SMU 2 Tanjungpinang. Adapun peminat SMU2 Tanjungpinang mencapai 629 siswa dengan daya tampung hanya 444 bangku," jelas Dali.

Sementara untuk di kota Batam Dali melanjutkan SMU 1 Batam hanya memiliki daya tampung 252 siswa, namun yang mendaftar mencapai 330 siswa.

"Untuk mengatasi ini, pihak Diknas telah menambah ruang kelas baru.," Tegas Dali.

Tak hanya menambah ruang kelas jumlah siswa per-kelasnya juga ditambah. 

“Misalnya yang hanya 36 siswa, semua kita genapkan menjadi 40 siswa per kelasnya. Memang tidak ideal, tapi mau bagaimana lagi,” kata Dali.

Sedangkan, untuk ruang kelas tambahan, akan menggunakan laboratorium-laboratorium yang ada. 

Untuk itu, Ia meminta kepada DPRD untuk menyegerakan penambahan ruang kelas baru.

“Untuk menampung, siswa tambahan ini, terpaksa menggunakan ruang laboratorium. Kondisi ini memang tidak ideal,” tambah Dali lagi.

Lebih lanjut, Dali, mengatakan bahwa secara umum daya tampung siswa di Tanjungpinang masih memadai. Untuk Tanjungpinang, daya tampung siswa seluruhnya mencapai 2000 siswa. Sedangkan jumlah pendaftar hanya 1763 siswa. 

“Masih ada kurang 237 siswa. Bahkan ada SMU yang kekurangan siswa sampai 120 orang,” kata Dali.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD, Teddy Jun Askara  berjanji untuk memperjuangkan penambahan ruang kelas baru. Tak hanya ruang kelas, penambahan guru dan fasilitas belajar juga jadi perhatian dari DPRD. 

“Untuk penambahan ruang kelas, memang jadi perhatian untuk tahun 2019 nanti,” kata Teddy.(asiik2)

Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri