TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 23-Sep-2019 | Pukul : 13:48:50 , Selamat Siang !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Penulis asiik1 - 27 July 2018
159
Foto Oleh : Diskominfo Kepri
TANJUNGPINANG - Pemerintah menyediakan anggaran lebih dari Rp 11 miliar, untuk menyediakan vaksin campak dan rubella untuk diberikan pada lebih dari 604 ribu anak di Kepri. Vaksin tersebut terus dipantau, harus sesuai pada suhu 2 hingga 8 derajat celsius. “Saat ini semua vaksin sudah di kabupaten kota. Terus dipantau agar suhu sesuai 2 hingga 8 derajat Celsius. Kemarin di Lingga sudah dipantau suhu 4,5 derajat. Suhu itu akan terus dijaga hingga sampai di sekolah-sekolah, posyandu dan Pos PIN,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudiana saat memimpin Rakor Kampanye Imunisasi MR Tingkat Provinsi Kepri, Kamis (26/7). Pemantauan juga dilakukan oleh organisasi PBB yang membawahi anak dan kesehatan, UNICEF dan WHO. “Kita harus jaga betul suhu itu. Karena UNICEF dan WHO akan turun secara acak memantau di lapangan. Jangan sampai nanti suhu tidak sesuai,” Tjetjep menekankan. Kampanye imunisasi campak dan rubella ini penting, agar anak-anak di Kepri bebas dari penyakit campak yang dapat menyebabkan radang paru, radang otak, kebutaan, diare dan gizi buruk. Juga terhindar dari penyakit rubella yang dapat menyebabkan kelainan jantung, kelainan mata, tuli, keterlambatan perkembangan dan kerusakan jaringan otak. “Jangan sampai ada satupun anak usia Sembilan bulan hingga 15 tahun yang tidak terimunisasi. Karena nanti ketika anak yang tidak terimunisasi telah dewasa dan hamil, bisa menurunkan resiko penyakit tadi ke bayinya dari dalam kandungan. Jangan sampai ada anak-anak yang lahir cacat. Nanti diharapkan tidak ada lagi SLB, karena semua anak sehat,” ungkap Tjetjep. Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri