TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 18-Sep-2019 | Pukul : 14:28:24 , Selamat Siang !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Penulis asiik1 - 02 August 2018
225
Foto Oleh : Asiik3
TANJUNGPINANG - Pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau mendukung program imunisasi campak dan rubella melalui penyuntikan vaksin MR yang dicanangkan pemerintah pusat. Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Rabu, mengatakan Gubernur Nurdin Basirun, serta seluruh wali kota dan bupati di wilayah itu melaksanakan program nasional tersebut di SD. Gubernur mencanangkan program itu itu di SDN 001 Sagulung, Batam, diikuti bupati dan wali kota. "Program pemerintah pusat yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonnesia tersebut harus tetap berjalan hingga akhir September 2018, tidak boleh dikalahkan dengan imbauan," katanya. Tjetjep mengemukakan vaksin ini untuk mencegah mssyarakat dari penyakit campak dan rubella. Program imunisasi vaksinasi Measles Rubella (MR) tidak boleh berhenti untuk kepentingan masyarakat. "Vaksin MR itu sudah berlabel BPOM, sudah sesuai dengan fatwah MUI tahun 2016. Yang sekarang dihebohkan itu, bukan fatwah MUI, melainkan imbauan MUI kepada pemerintah," ujarnya. Tjetjep mengemukakan pelaksanaan imunisasi vaksin MR hari ini berjalan lancar. Seluruh wali kota dan bupati di Kepri mencanangkan program tersebut di sekolah sejak tadi pagi. "Wali kota dan bupati di Kepri mendukung program ini. Tidak ada orang tua siswa yang melarang anak-anaknya diimunisasi," katanya. Tjetjep mengemukakan imunisasi vaksin MR dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat. Ia memastikan kandungan vaksin MR yang disuntikan kepada para siswa SD dan SMP itu tidak mengandung zat yang membahayakan. "Pasti halal, tidak mungkin kandungannya haram," tegasnya. Tjetjep menjelaskan vaksin MR diberikan kepada masyarakat mulai berusia 9 bulan hingga 15 tahun. Siswa usia sekolah diberikan di sekolah mulai hari ini hingga 30 Agustus 2018, sedangkan bayi hingga anak-anak yang belum atau tidak bersekolah dapat disuntik vaksin MR di pos imunisasi dan posyandu. Jumlah pos imunisasi atau posyandu yang dilibatkan sebanyak 4.635 unit, dengan tenaga vaksinator sebanyak 3.389 orang, tenaga supervisor sebanyak 396 orang. "Kami menargetkan 95 persen dari 608.124 anak (data pemerintah pusat) disuntik vaksin MR," katanya. Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri