TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 25-Jun-2019 | Pukul : 22:40:17 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Kepri Belum Capai 50 Persen

Penulis Asiik2 - 02 August 2018
192
Kewajiban kepesertaan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di Provinsi Kepri diluar Kota Batam dan Karimun hingga akhir juli 2018 ini masih belum mencapai 50 persen dari jumlah pekerja yang ada di Provinsi Kepri. Foto Oleh : Asrido (Ilustrator)

TANJUNGPINANG - Kewajiban kepesertaan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di Provinsi Kepri diluar Kota Batam dan Karimun hingga akhir juli 2018 ini masih belum mencapai 50 persen dari jumlah pekerja yang ada di Provinsi Kepri.

Hal ini disampaikan Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan kota Tanjungpinang, Rini Suryani di Tanjungpinang, Rabu (1/8).

"Jumlahnya masih kurang dari 50 persen pekerja di lingkup Kepri yang meliputi Kota Tanjungpinang, Bintan, Lingga, Anambas dan Natuna, sedangkan untuk Batam dan Karimun masuk ke BPJS Ketenangakerjaan kota Batam,"ungkap Rini.

Dikatakan Rini, dari sekitar 900 ribu pekerja yang ada di Kepri, hanya sekitar 400 ribu pekerja yang telah tercover jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan. Padahal, lanjut Rini pentingnya kepemilikan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja di Provinsi Kepri.

"Khususnya jika terjadi kecelakaan kerja, meninggal dunia hingga pensiun," ungkap Rini.

Rini mengungkapkan berdasarkan dari data BPJS Ketenagakerjaan untuk di kota Tanjungpinang baru sekitar 29 persen pekerjamya yang terdaftar, Bintan sekitar 30 persen,Natuna 20 persen, Anambas 16 persen dan kabupaten Lingga 4 persen. Rini mengungkapkan rendahnya capaian kepesertaan BPJS Ketenaga kerjaan ini disebabkan sebagian besar pekerja yeng ada di Kepri belum termasuk pekerja bukan penerima upah.

"Alias pekerjaannya masih petani, nelayan , berkebun dan pedagang.Untuk itu, perlu adanya sosialisai ke masyarakat tentang manfaat BPJS Ketenagakerjaan ini,"tegas Rini.

Dengan begitu, masyarakat di desa-desa yang ada di kabupaten di Kepri sadar akan pentingnya jaminan sosial bagi tenaga kerja ini.

Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri