TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 25-Jan-2022 | Pukul : 03:16:44 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Gubernur Dan TP PKK Kepri Tinjau Rencana Penataan Kawasan Wisata Sei Enam Kijang

Penulis Asiik2 - 08 December 2021
60
Gubernur Kepri H Ansar Ahmad bersama Ketua TP-PKK Provinsi Hj Dewi Kumalasari Ansar membakar otak-otak di sela meninjau Rencana Penataan Kawasan Wisata Sei Enam Kijang, Selasa (7/12). Foto Oleh : Asiik3

TANJUNGPINANG- Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad bersama Ketua TP-PKK Provinsi Hj. Dewi Kumalasari Ansar meninjau Rencana Penataan Kawasan Wisata Sei Enam Kijang, Selasa (7/12).

Dimana Sei Enam Laut Kampung otak-otak Kecamatan Bintan Timur Pulau Bintan. 

Hadir di peninjauan tersebut, Kadis Pariwisata Buralimar, Kadis Perindag Burhanuddin, Kadis Pertanian Rika Azmi, Kadis Perkim Mahyudin, Kabiro Pemerintahan M. Darwin, Camat Sei Enam Sofian, Lurah Sei Enam Riduan beserta Tokoh Masyarakat Sei Enam. 

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur menegaskan rencana anggaran tahun 2022 Kampung Sei Enam akan dibangun oleh Pemerintah Provinsi menjadi kampung wisata kuliner otak-otak dan kerupuk hasil produksi masyarakat sekitar Bintan. 

Dimana sekarang sedang mendesign supaya nanti benar-benar menarik, apalagi Kepri ini banyaknya kunjungan wisatawan mancanegara.

"Tempat-tempat seperti ini lah disenangi dan dikunjungi oleh turis-turis dan tidak hanya menikmati wisata dikawasan resort. Nak, ini harus kita dorong dan kita dukung bersama Camat, Lurah dan tokoh-tokoh masyarakat yang akan berkomunikasi pada masyarakat disini," tegasnya. 

Bersamaan itu juga, Gubernur memerintahkan konsultan perencanaan dan Dinas Perkim untuk merencanakan semua kampung Sei Enam menjadi kawasan modern tapi tidak menghilangkan kearifan lokal. 

Termasuk dengan penerangan jalan agar diperbanyak beserta tempat duduk dipinggir jalan. 

"Jadi penataan kampung ini menjadi wisata kuliner khas Sei Enam seperti otak-otak beserta dengan ornamen bangunannya melayu yang menjadi penunjang dan spot berswafoto," perintahnya. 

Lanjut Gubernur, dalam penataan harus juga disiapkan panggung yang bisa digunakan multifungsi dan memberikan ciri khas dan bentuk warna warni dan konsep etalase yang perlu polesan yang menarik. 

"Nanti kawasan ini bangunan kita kasi warna warninya, dan tambah juga dengan sepeda ontel seperti kota tua," tambahnya. 

Disamping itu, Gubernur juga meminta penataan Kampung Wisata tersebut berkonsentrasi terhadap lahan parkir, pembinaan dan tanggung jawab dalam pengelolaan. 

"Dan nanti kita dudukan sebagai kontinuitas siapa-siapa yang menangani penerangan jalan, perawatan asetnya serta pembinaan UMKM dalam menjaga kebersihan," pintanya. 

Gubernur juga berharap masyarakat dan pengambil kebijakan harus kompak agar ini berjalan baik dengan hasil yang baik pula. Karena ini menyangkut sebagai ikoniknya Sei Enam Kijang. 

"Bersatu padu lah kita mempromosikan kawasan desa wisata, seperti kuliner yang tidak dimasak seperti otak-otak frezon dan makanan khas lainnya," harapnya. 

Terakhir, Gubernur ingin membangun kampung wisata tidak merubah lahan lapangan bola kaki yang sebelumnya masuk dalam perencanaan penataan ruang kawasan wisata Sei Enam. 

"Terkait dengan lahan bola kaki, kalau nanti bisa diupayakn dan PT. Antam mau menghibahkan baru pada tahun 2023 direlokasikan lapangan dan penataannya semakin lengkap," tutupnya. 

Dipublish Oleh - diskominfo