TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 22-Aug-2019 | Pukul : 12:31:47 , Selamat Siang !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Imunisasi MR Dengan Mempertimbangan Kehalalan Dapat Ditunda

Penulis asiik1 - 07 August 2018
243
Spanduk imbauan pemberian imunisasi MR di taman pendidikan Al Qur'an di Perumahan Ganet, Tanjungpinang.foto asiik 3 Foto Oleh : Asiik3

TANJUNGPINANG - Imunisasi vaksin MR dapat ditunda diberikan kepada pihak sekolah yang mempertimbangkan aspek kehalalan, kata Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Riau, Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Senin.

"Kemenkes hari ini menerbitkan surat edaran, salah satunya memberi kesempatan kepada pihak sekolah yang mempertimbangkan aspek kehalalan menunda pemberian imunisasi MR hingga MUI menerbitkan sertifikasi halal," ujarnya.

Tjetjep mengemukakan Dinkes provinsi serta kabupaten dan kota akan melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat, dan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi.

Pelaksanaan imunisasi MR bagi masyarakat yang tidak memiliki keterikatan aspek keislaman dilakukan secara profesional sesuai dengan ketentuan teknis.

Surat Edaran Nomor HK.02.0 1 /Menkes/444l2018 tentang pelaksanaan kampanye imunisasi MR dalam rangka membangun komitmen Indonesia untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella pada tahun 2020. Surat itu ditujukan kepada pemerintah daerah. Ini sebagau introduksi imunisasi MR ke dalam imunisasi rutin yang diawali dengan pelaksanaan kampanye imunisasi MR.

"Surat edaran agar pemerintah daerah mendukung kampanye imunisasi Measies Rubella (MR) tahap II untuk meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap penularan penyakit campak dan rubella yang dapat menyebabkan kecacatan dan kematian," ujarnya.

Di sisi lain, kata dua Kemenkes juga minta Dinkes provinsi, kabupaten dan kota menyosialisasikan kampanye imunisasi MR tahap II untuk menumbuhkan pengetahuan dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam kurun waktu dua bulan mendatang (Agustus 2O18 hingga akhir September 2O18).

Tjetjep mengemukakan Pemerintah Kepri serta pemerintah kabupaten dan kota sejak tahap I tahun 2017 pelaksanaan imunisasi MR mendukung program tersebut. Gubernur, wakil gubernur, bupati dan wakil bupati serta wali kota dan wakil wali kota se-Kepri mendukung program nasional itu untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Imunisasi MR Fase 1 telah dilaksanakan pada Agustus-September 2Ol7 di Pulau Jawa, sedangkan kampanye imunisasi MR tahap 2 dilaksanaan pada Agustus-September 2018 di-28 provinsi di luar Pulau Jawa.

"Kampanye lmunisasi MR tahap 1 dan 2 merupakan pelaknaan dari kewajiban pemerintah bersama masyarakat untuk melindungi anak-anak dan masyarakat Indonesia dari bahaya penyakit campak dan rubella, dengan mempertimbangkan dampak penyakit campak dan rubella pada
generasi penerus bangsa apabila tidak diiakukan vaksinasi MR," katanya.

Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri