TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 18-Sep-2019 | Pukul : 13:59:54 , Selamat Siang !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Penulis asiik1 - 13 April 2018
543
Foto Oleh : Asiik3
Tanjungppinang - Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran tahun 2018 untuk cetak sawah seluas 2 ribu hektare di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Kepri, Ahmad Izhar, di Tanjungpinang, Kamis, mengatakan, pembukaan lahan pertanian padi di Lingga dimulai sejak tahun 2016, perlahan-lahan mulai berkembang. "Pembukaan lahan pertanian menjadi sawah tidak terlalu membebani daerah, karena dibantu pusat," katanya. Saat ini, lanjutnya lahan yang siap untuk pertanian padi sekitar 700 hektare, namun belum sampai 50 persen dikelola. Namun padi yang dipanen di Lingga belum dijual di pasar, melainkan hanya untuk menutupi keputuhan petani. Kondisi sekarang, jelasnya satu hektare sawah baru menghasilkan 2 ton gabah. Dalam kondisi normal, satu hektare sawah seharusnya menghasilkan 3-4 ton gabah. "Sekarang belum dinikmati masyarakat Lingga, melainkan hanya cukup dikonsimsi para petani. Namun pertanian tetap harus berjalan jika ingin hasilnya lebih baik, dan dapat dinikmati masyarakat Lingga," katanya. Terkait keinginan Bupati Lingga Alias Wello untuk swasembada pangan, Ahmad Izhar mengatakan peluang swasembada pangan terbuka jika pertajian padi dilanjutkan. "Kalau dihentikan kan rugi, sia-sia yang sudah dibangun selama dua tahun ini. Anggaran negara sudah banyak tersedot untuk itu," ujarnya. Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri