TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 15-Jun-2019 | Pukul : 03:44:37 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Dokter Spesialis di Kepri Masih Terbatas

Penulis asiik1 - 30 August 2018
162
Foto Oleh : Diskominfo Kepri

Tanjungpinang - Jumlah dokter spesialis di Provinsi Kepulauan Riau sampai sekarang masih terbatas sehingga pemerintah daerah membutuhkannya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, kata Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudiana.

"Dokter umum di Kepri sudah cukup. Mereka bertugas hingga di pulau-pulau, merata di Kepri. Namun jumlah dokter spesialis masih sedikit, kita butuh cukup banyak," ujarnya di Tanjungpinang, Rabu (29/8/2018).

Tjetjep menjelaskan, jumlah dokter di Kepri sekarang sekitar 1.200 orang, sebagian besar merupakan dokter umum. Sementara tuntutan pelayanan terhadap pasien yang mengidap penyakit yang perlu ditangani oleh dokter dengan keahlian khusus, semakin tinggi.

Apalagi provinsi ini terdiri dari pulau-pulau sehingga pelayanan kesehatan yang diberikan harus optimal.

"Karena karakteristik Kepri berbeda dengan provinsi lainnya, ada ratusan pulau yang berpenghuni, maka dibutuhkan pelayanan kesehatan secara merata dan maksimal," katanya.

Tjetjep mengemukakan dokter yang bekerja di rumah sakit milik pemerintah sendiri, termasuk Rumah Sakit Umum Provinsi Kepri masih terbatas. Beberapa dokter di rumah sakit provinsi disekolahkan pemerintah untuk mendapatkan keahlian khusus.

"Butuh 3-4 tahun lagi jumlah dokter ahli di Pemprov Kepri bertambah setelah mereka lulus pendidikan. Kondisinya seperti itu jika tidak ada dokter ahli yang direkrut," ucapnya.

Tjetjep mengatakan jumlag dokter dengan keahlian khusus yang baru lulus pendidikan sangat terbatas di Indonesia. Orang tang menyandang status sebagai dokter ahli syaraf dan bedah dalam setahun masing-masing hanya lulus lima orang, sedangkan ahli jantung hanya 25 orang.

Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri