TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 18-Sep-2019 | Pukul : 00:46:23 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Penulis Humas - 02 April 2018
498
Foto Oleh : Humas
Gubernur H Nurdin Basirun menganjurkan orang tua untuk membiasakan diri membangunkan anak-anaknya sejak subuh. Anak-anak ada baiknya mulai diajak beraktivitas sejak fajar dengan subuh berjamaah sebelum mengikuti rutinitas sehari-hari. “Tak masalah mereka dibangunkan. Dibiasakan untuk beraktivitas secara baik dengan shalat Subuh. Insya Allah akan jadi terbiasa nantinya,” kata Nurdin saat Safari Subuh di Masjid Al Ikhlas Perumahan Plamo Garden, Batam, Ahad (1/4) pagi. Menurut Nurdin membiasakan anak-anak menjadikan masjid laman bermain sangat baik. Mereka jangan dilarang untuk beraktivitas positif di masjid-masjid. Karena, anak-anak inilah generasi penerus bangsa. Jadikan mereka generasi dengan karakter Islam yang kuat. Dalam perjalanannya, kata Nurdin, anak-anak harus belajar mandiri. Mengikuti pendidikan di pesantren atau sekolah Islam terpadu bagian dari membangun kemandirian tersebut. Juga memperkuat jiwa sosial mereka. Nurdin juga menyampaikan ketika anak-anak memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk menyebarkan pesan-pesan kebaikan dengan beraktivitas di masjid. Memang saat Safari Subuh tersebut, ada seorang anak merekam tausiyah yang disampaikan Gubernur Nurdin dan Kepala Kanwil Kementerian Agama Kota Batam Erizal Abdullah dengan telepon pintarnya. Nurdin menyampaikan, kemajuan teknologi memang sebaiknya digunakan untuk kebaikan umat. Pesan atau tausiyah bisa disebar-sebarkan sehingga samlai juga kepada banyak kalangan. Nurdin pada kesempatan Safari Subuh di Masjid Al Ikhlas memang menyampaikan tausiah singkat setelah Erizal. Kanwil Kemenag Kota Batam ini membuak tausiah dengan menyebutkan bahwa cukup berat dalam menunaikan shalat Subuh. Dia mengilustrasikan bahwa banyak orang yang kuat mengangkat semen satu sak. Namun, ketika mengangkat selimut untuk ke masjid akan terasa berat. Erizal menyampaikan tausiah tentang dialog antara Imam Ghazali dengan murid-muridnya. Ada dua dialog yang dikutif Erizal, yaitu pertanyaan tentang yang paling dekat dan yang paling jauh dengan diri seseorang. “Yang paling dekat adalah kematian, yang paling jauh adalah masa lalu,” kata Erizal. Kemarina, tambahnya, tidak melihat umur dan tidak menurut abjad nama. Karena itu siapkanlah bekal menunggu peristiwa yang bisa datang kapan saja ini. Bekal yang terbaik adalah taqwa. Tamoak hadir pada Safari Subuh itu Sekdaprov Kepri H TS Arif Fadillah, Asisten Administrasi Umum Muhammad Hasbi dan jamaah Masjid Al Ikhlas. Dipublish Oleh - Biro Humas Protokol dan Penghubung