TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 18-Sep-2019 | Pukul : 00:57:31 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Penulis SN - 10 September 2018
127
Foto Oleh : Diskominfo Kepri
JAKARTA - Selain sebagai media ekspresi seni, teater bisa menjadi medium untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat mengenai isu terkini. Lewat Festival Teater, Dewan Kesenian Jakarta didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Institur Kesenian Jakarta, British Council dan Japan Foundation menggelar Djakarta Teater Platform bertema Silent Mass, di Gedung Graha Bhakti Budaya, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (06/09/2018). Direktur Pengelolaan Media Publik Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, Siti Meiningsih mengungkapkan pertunjukan teater dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat. Kemasan teater memungkinkan penyampaian pesan dalam bentuk yang lebih kritis akan kondisi yang dihadapi oleh masyarakat saat ini. Isu ‘silent mass’ sendiri dipilih lantaran menggambarkan kondisi masyarakat yang saat ini 'lumer' dengan teknologi.  Festival Teater Bertajuk Silent Mass tahun ini merupakan kali ketiga digelar untuk  menghibur pecinta pertunjukan seni. Perwakilan Rektor IKJ Seno Joko Suyono menuturkan festival ini berlangsung di dua tempat terpisah, yaitu Graha Bhakti Budaya TIM, dan Studio Tom FTV IKJ. Festival ini dapat dinikmati siapapun tanpa dipungut biaya, alias gratis. Menurut Seno, isu “massa diam” dipilih sebagai bungkusan tematik festival, untuk menjadi ruang refleksi dari kehidupan publik yang mudah terprovokasi oleh hoaks, viral maupun pencitraan tanpa investigasi terlebih dulu. Selain pertunjukkan teater, sejumlah diskusi juga digelar sebagai sarana berbagi ilmu pengetahuan kepada publik. Pembicara yang hadir antara lain Irwan Ahmet (Perfomance Art, periset), Yaasraf Piliang (Akademisi, filsuf), Shinta Febriany (Sutradara Teater), Gumilar (Perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta), Anggun Anggendari (Aktor Teater, DKV) hingga Rizal Malna (Ketua Dewan Komite Kesenian Jakarta). Diskusi akan mengupas pandangan etis masa kini sebagai literasi digital. Misalnya bagaimana membaca performatif kota dalam praktek formatif seni pertunjukkan. Termasuk dasar-dasar penciptaan yang mulai ikut terguncang karena munculnya aktivasi aplikasi berdasarkan prosedur algoritme. Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri