GUBERNUR 

KEPULAUAN RIAU

Dr. H. Nurdin Basirun. S.Sos, M.Si

ARSIP

Arsip Berita

    (GPR) Kominfo

Invalid or Broken rss link.

*Program Jelajah Three Ends dan Kelurahan/Desa Bebas Kekerasan Diluncurkan

Kekerasan terhadap perempuan dan anak masih terus terjadi di tengah masyarakat. Mengatasi itu Provinsi Kepri melakukan berbagai upaya, diantaranya Jelajah Three Ends dan Pencanangan Kelurahan/Desa bebas kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Masyarakat harus "Kepo" agar kekerasan bisa dihentikan. Hal itu ditegaskan Ibu Gubernur Kepri, Noor Lizah Nurdin saat meluncurkan secara resmi Program Three Ends dan Pencanangan Kelurahan/Desa bebas kekerasan terhadap perempuan dan anak, Kamis (13/7) di Gedung Nasional Kabupaten Karimun.

"Untuk mencegah dan menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak ini masyarakat harus kepo. Untuk kebaikan kepo diperbolehkan. Kalau ada dengar orang bergaduh (bertengkar) dalam rumah, segera laporkan. Itu salah satu bentuk kepo yang dianjurkan. Jangan takut dibilang kepo kalau untuk ini," ungkap Noor Lizah yang disambut tepuk tangan undangan.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua PKK Kabupaten Karimun Azmah Aunur Rafiq, Komisi IV DPRD Kepri dr. Yusrizal, Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan Kementerian PP RI, Organisasi Perempuan, dan Aktivis Perempuan.

Acara tersebut juga dirangkai dengan seminar sehari yang turut menghadirkan kaum laki-laki. Menurut Noor Lizah, kekerasan terhadap perempuan dan anak akan bisa ditekan apabila seluruh lapisan masyarakat ikut peduli. Menghentikan kekerasan tidak bisa secara langsung dan tiba-tiba. Tetapi secara perlahan seiring dengan kesadaran masyarakat bahwa perempuan dan anak bukan untuk dikerasi namun untuk disayangi.

Penegasan yang sama juga disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlndungan anak pengendalian penduduk dan keluarga berencana Kepri, Misni. Menurutnya, tingkat kekerasan yang terjadi di Kabupaten Karimun cukup tinggi. Sebesar 30 persen kekerasan terhadap perempuan dan anak terjadi di Karimun. Kendati demikian saat ini, kasus di Karimun sudah memperlihatkan penurunan.

"Maka itu kami memilih Karimun sebagai tempat meluncurkan program Jelajah Three Ends ini. Juga untuk Pencanangan Kelurahan/Desa bebas kekerasan terhadap perempuan dan anak. Semoga program ini bisa memberikan contoh bagi Kabupaten/Kota lain di Kepri," ujar Misni.

Pada Tahun 2014 laporan kekerasan yang masuk dalam pengaduan Badan PP ada 585 kasus, Tahun 2016 sebanyak 202 kasus dan Tahun 2017 (Juni) sudah ada 170 kasus. Dan 30 persen dari kasus tersebut berasal dari Kabupaten Karimun.

Misni menyebutkan, yang paling penting dalam keberhasilan sebuah program adalah partisipasi masyarakat. Jika sebuah program ingin berhasil, masyarakat harus berperan aktif, sekecil apapun itu. Asisten Ekonomi Pembangunan Kabupaten Karimun, Sensisiana meminta seluruh stake holder agar sama-sama bertekad menuntaskan program Jelajah Three Ends ini.

"Jangan sampai berhenti di slogan saja. Harus tuntas. Mulai dari diri sendiri dan keluarga," tegasnya

Dia mengajak masyarakat jangan takut melaporkan tindak kekerasan yang dialami. Terutama untuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Perempuan dan anak, dilindungi hukum sehingga tak ada alasan untuk takut melaporkan apabila mengalami tindak kekerasan.

Program Jelajah Three Ends tersebut adalah

1. Akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak.

2.Akhiri perdagangan manusia, terutama perempuan dan anak.

3. Akhiri akses kesenjangan ekonomi terhadap perempuan.

Sementara kelurahan percontohan bebas kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Karimun adalah Keluruhan Sungai Lakam Barat Kecamatan Karimun. (Umil/Humas)

PPID

Pedoman Pelayanan Informasi & Dokumentasi

JDIH

Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum

TRANSPARANSI

Transparansi Pengelolaan Keuangan Daerah

    BUKU TAMU

  LINK KABUPATEN KOTA

    PENGUNJUNG 

3444160
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Seluruhnya
1634
3369
16264
22916
77605
123638
3444160

14.02%
17.28%
10.23%
2.65%
0.87%
54.94%

IP Anda : 54.80.60.91