TANJUNGPINANG- Sebanyak 326 Kementrian dan Lembaga di Provinsi Kepri menerima DIPA APBN tahun 2021 oleh Dirjen Pembendaharaan Provinsi Kepri ,Senin (1/12).
Penyerahan DIPA APBN tahun 2021 dan Daftar Alokasi TKDD tahun 2021 ini disejalankan dengan penyerahan WTP kepada pemerintah Provinsi Kepri dan penandatanganan fakta integritas bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) pada pelaksanaan kegiatan tahun 2021.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pembendaharaan Provinsi Kepri Teguh Dwi Nugroho, SE.MM mengatakan bahwa sebanyak Rp 14,81 Triliun anggaran APBN tahun 2021 disalurkan ke Provinsi Kepri.
"Yangmana, anggaran tersebut 0,4 persen dari APBN, yang diperuntukkan untuk Kementerian dan Lembaga di Provinsi Kepri, Dana Alokasi Khusus serta Transfer Daerah dan Dana Desa (TKDD) tahun 2021," ujar Teguh Dwi Nugroho di Aula kantor Gubernur Provinsi Kepri Dompak.
Nugroho mengatakan dengan mengambil tema "Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi," penyerahan DIPA APBN tahun 2021 ini dilakukan lebih cepat agar penyelenggaraan kegiatan yang bersumber dari APBN dapat lebih mendongkrak ekonomi di Provinsi Kepri dengan pembangunan yang memberikan multifiyer efek bagi masyarakat.
"Apalagi pemerintah memprioritaskan empat fokus pembangunan di Indonesia saat ini pertama penanganan Covid-19, perlindungan sosial dan ekonomi, pemulihan ekonomi dan penguatan reformasi struktural," tegas Teguh
Teguh juga mengingatkan kepada seluruh penerima DIPA APBN tahun 2021 agar pengelolaan anggaran strategis dilakukan dengan dengan beberapa langkah seperti pertama, teliti DIPA yang diterima, kedua susun time frame of budget, tiga lakukan lelang barang dan jasa sejak Desember, keempat ajukan UP dan TUP sesuai perkiraan kebutuhan dan kelima persiapkan kapasitas SDM pengelola keuangan.
"Sehingga dengan begitu DIPA APBN dan TKDD tahun 2021 Provinsi Kepri dapat dilakukan dengan baik dan berkualitas," tegas Teguh.
Sementara itu, Pjs Gubernur Kepri Bahtiar Baharuddin berharap agar DIPA dan TKDD APBN tahun 2021 ini dapat segera dimanfaatkan seluruh Kementerian Lembaga penerima guna perbaikan ekonomi di Provinsi Kepri.
"Apalagi disituasi pandemi Covid-19 ini, DIPA ini diharapkan dapat menjadi stimulus perbaikan ekonomi dan penguatan reformasi di Kepri," tegas Bahtiar.
Bahtiar juga mengamanatkan agar DIPA APBN ini dapat di manfaatkan dengan cermat, efektif dan tepat sasaran.
"Sehingga dapat dirasakan masyarakat hasilnya," jelas Bahtiar lagi.