KARIMUN - Bisnis sagu yang digeluti sejumlah pengusaha di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau belum berkembang pesat, karena rendahnya permintaan.
Sinar, salah seorang pengusaha sagu di Kecamatan Ungar, Karimun, yang dihubungi dari Tanjungpinang, Rabu, mengatakan, permintaan sagu belum terlalu banyak, terutama di Karimun.
Sagu yang diproduksinya dalam sehari maksimal 0,5 ton, sebagian dijual ke Tanjungpinang.
"Harga eceran tepung sagu Rp5.000/kg, dijual kepada masyarakat Karimun, sementara di Tanjungpinang dibeli oleh pengusaha dengan harga Rp4.200/kg," ujarnya, yang sudah 20 tahun menggeluti usaha itu.
Sinar mengatakan awalnya, produksi sagu terbatas karena menggunakan peralatan manual. Sementara sejak beberapa tahun terakhir, usaha tepung sagu sudah mulai berkembang karena menggunakan teknologi.
"Produksi sudah semakin bagus, dan jumlah tenaga kerja pun tidak terlalu banyak yang dibutuhkan karena menggunakan mesin," ucapnya.
Namun Sinar menghadapi persoalan lain, dalam beberapa hari ini, 4 dari 6 karyawannya mengundurkan diri. Ia sendiri tidak mengetahui penyebabnya.
"Agak aneh, mereka berhenti tanpa alasan yang jelas. Sekarang karyawan saya hanya sisa dua orang. Ini tentu mengganggu produktivitas," ujarnya.