BPS Kepri: April, Ekspor Kepri Alami Penurunan

18 Mei 2020, 10:41 1,449 Tayangan
BPS Kepri: April, Ekspor Kepri Alami Penurunan

Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Pelantar II Tanjungpinang. Data Badan Pusat Statistik BPS Provinsi Kepri, ekspor Kepri pada April 2020 mengalami penurunan sebesar 10,56 persen.

TANJUNGPINANG - Badan Pusat Statistik BPS Provinsi Kepri mengatakan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik BPS Provinsi Kepri pada April 2020 mengalami penurunan sebesar 10,56 persen.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Kepri Zulkipli dalam realease berita statistik, Jum'at (15/5).

"Untuk nilai ekspor Kepri April 2020 mencapai US$891,70 juta atau turun sekitar 10,56 persen dibandingkan Maret 2020," ujar Zulkipli.

Tak hanya itu, disampaikan Zulkipli untuk Ekspor migas April 2020 sebesar US$166,66 juta atau turun 21,62 persen dibanding Maret 2020. 

"Ekspor nonmigas April 2020 mencapai US$725,04 juta atau turun 7,57 persen dibanding Maret 2020," jelas Zulkipli.

Menurut Zulkipli, Ekspor nonmigas HS 2 digit terbesar April 2020 adalah golongan barang mesin/peralatan listrik (HS 85) sebesar US$262,49 juta, dengan peranan terhadap ekspor nonmigas sebesar 37,04 persen.

"Ekspor ke Singapura pada bulan April 2020 merupakan negara tujuan ekspor terbesar, yaitu US$356,91 juta dengan kontribusinya mencapai 45,50 persen," tambah Zulkipli kembali.

Sementara itu,lanjut Zulkipli untuk nilai ekspor Provinsi Kepulauan Riau April 2020 terbesar melalui Pelabuhan Batu Ampar US$378,29 juta; diikuti Pelabuhan Sekupang US$139,12 juta; Pelabuhan Kabil/Panau US$ 117,97 juta; Pelabuhan Tarempa US$97,02 juta; dan Pelabuhan Tanjung Balai Karimun US$82,64 juta. 

"Yangmana, kontribusi kelima Pelabuhan terhadap ekspor Maret 2020 sebesar 88,59 persen," jelas Zulkipli kembali.

Bagikan Halaman

Pratinjau Gambar

Pratinjau Gambar

Layanan

Lihat Semua Layanan