Gerhana Matahari Cincin, Pengetahuan Astronomi Perlu Diturunkan

27 Desember 2019, 09:03 1,928 Tayangan
Gerhana Matahari Cincin, Pengetahuan Astronomi Perlu Diturunkan

Seorang pengamat dari Observatorium Bosscha sedang mengamati gerhana matahari cincin dari teleskop

TANJUNGPINANG - Bukan tanpa alas an Aobservatorium Bosscha jauh-jauh ke Tanjungpinang, untuk mengamati gerhana matahari cincin (GMC). Tanjungpinang dipilih, karena memiliki sejarah yang jelas, terkait gerhana matahari cincin ini.

“Tanjungpinang dipilih karena punya sejarah GMC yang jelas. Juga supaya ada kerjasama yang jelas dengan pemerintah, untuk menghidupkan kembali keilmuan untuk belajar. Punya tradisi ilmiah itu mohon diteruskan,” ujar Dra. Premana Wardayanti Premadi, Ph.D, Kepala Laboratoirum Bosscha, Kamis (26/12).

Sejarah yang dimaksud adalah GMC yang pernah terjadi di Pulau Penyengat pada 1861 silam. Malah GMC 158 tahun silam itu, sempat diprediksi oleh ilmuwan asal Pulau Penyengat, Raja Ahmad Engku Haji Tua. Ia kemudian menuliskan hal itu dalam kitab Tuhfat al Nafhis, yang kemudian diteruskan oleh putranya, Raja Ali Haji.

“Raja Ahmad itu tidak hanya bisa memprediksi kapan terjadinya, tapi juga memprediksi seberapa banyak piringan matahari itu akan tertutup.  Prediksi itu 70 sampai 80 persen akurat. Sampai orang Belanda kaget, kok bisa orang pribumi bisa menghitung,” terang wanita yang akrab disapa Nana ini.

Padahal kala itu, alat yang digunakan tidak semodern saat ini. “Nah itu menjadi catatan, bahwa orang kita punya pengetahuan tradisional yang waktu itu namanya ilmu falak. Yang sebetulnya dipake untuk menentukan waktu shalat, kapan awal Ramadhan,” tambah doktor lulusan University of Texas ini.

Karena itu keilmuan yang sudah ada dasarnya ini, ingin ditularkan kepada generasi muda. Sebelumnya Observatorium Bosscha bersama Pemko Tanjungpinang telah melatih guru-guru. Tidak hanya melatih astronomi saja, namun juga STEM (pendekatan pembelajaran interdisiplin antara scientic, teknologi, engineering dan matematika).

“Anak-anak itu perlu contoh. Nah astronomi ini contoh yang universal,” tambah wanita pertama yang menjadi Kepala Observatorium Bosscha ini. Turun ke Tanjungpinang, Observatorium Bosscha membawa serta tiga teleskop yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk menyaksikan GMC.

“Ada dua teropong yang bisa digunakan dan satu steril untuk kebutuhan live streaming di youtube chanel. Bagi yang tertarik dengan dunia astronomi, dapat mengikuti Medsos Observatorium Bosscha baik di facebook, instagram dan youtube chanel. (Novyana)

Bagikan Halaman

Pratinjau Gambar

Pratinjau Gambar

Layanan

Lihat Semua Layanan