Harga Babi Naik di Pasar Internasional

12 Desember 2019, 10:46 3,755 Tayangan
Harga Babi Naik di Pasar Internasional

TANJUNGPINANG - Khalid, Koordinator Pengawasan dan Penindakan Karantina Pertanian Tanjungpinang menegaskan jika virus demam babi Afrika (African Swine Fever/ASF), yang kini tengah mewabah di sejumlah negara Asia tidak mempengaruhi ekspor babi Kepulauan Riau.

Tanjunguban, Rabu (11/12/2019), Khalid menjelaskan jika ekspor babi ke sejumlah negara tetangga, salah satunya Singapura, masih tetap normal. 

"Dari Pulau Bulan (Batam) saja, babi hidup yang diekspor ke Singapura rata-rata sebanyak seribu ekor setiap harinya," ujar Khalid. 

Menurutnya, Indonesia, termasuk Bintan saat ini aman dari virus ASF. Sebagai salah satu upaya mencegah masuknya virus itu ke Kepri, Pemerintah melalui  persetujuan Plt Gubernur telah menyetop pasokan daging babi dari Sumatera Utara. 

"Itu (penyetopan) sejak beberapa waktu lalu. Penghentian ini sifatnya sementara untuk mencegah masuknya virus yang tidak diinginkan," timpal Khalid lagi. 

Sebagaimana diketahui, virus ASF telah menyebar di sejumlah negara di Asia, diantaranya di China, Kamboja, Vietnam, Filipina dan terakhir dilaporkan Timor Leste dan menjadi ancaman bagi peternakan babi di  Indonesia. 

Karantina Pertanian Tanjungpinang pun sejak awal pekan kemarin telah fokus melakukan pencegahan dengan melakukan pengawasan barang bawaan yang masuk melalui pintu masuk di Pulau Bintan. Diantaranya Pelabuhan Lobam dan Pelabuhan ASDP Tanjunguban. 

Bagikan Halaman

Pratinjau Gambar

Pratinjau Gambar

Layanan

Lihat Semua Layanan