Isdianto : Pastikan Persoalan Lahan Selesai - Gesa Percepatan Pembangunan Jembatan Batam Bintan

31 Desember 2019, 11:14 1,625 Tayangan
Isdianto : Pastikan Persoalan Lahan Selesai - Gesa Percepatan Pembangunan Jembatan Batam Bintan

Plt Gubernur Provinsi Kepri H Isdianto

TANJUNGPINANG  - Pemerintah Provinsi Kepri memastikan bahwa pihaknya telah menyelesaikan seluruh persoalan persiapan pembangunan Jembatan Batam Bintan (Ba-bin) di Provinsi Kepri.

Hal ini disampaikan Isdianto,Plt Gubernur Provinsi Kepri H Isdianto saat menemani Deputi Menko Maritim dan Investasi Ridwan Jamaluddin saat meninjau jalur tapak Jembatan Batam Bintan,Sabtu (28/12) kemarin.

"Insyaallah untuk permasalahan lahan sudah clear, begitu juga dengan untuk DEDnya," ungkap Isdianto.

Isdianto mengatakan bahwa pentingnya pembangunan jembatan Batam Bintan ini diharapkan dapat segera terealisasi.

"Semoga dengan adanya peninjauan ini dapat mempercepat perealisasian pembangunan jembatan Babin ini" ungkap Isdianto.

Apalagi mengingat, Pembangunan Jembatan Batam Bintan sudah diutarakan Presiden Jokowi April tahun ini.Pada peninjauannya di tapak pertama, Ridwan dan tim memuli peninjauan melalui  Kawasan Kabil,lalu masuk sebelum TPA Punggur ke arah sejumlah kawasan industri. 

Di sini, dari ketinggian lokasi, Isdianto dan Ridwan mendapat penjelasan dari tim terkait sesuai dengan DED yang sudah direview.

"Kawasan ini cukup tinggi dari permukaan laut. Hampir tiga kilometer dari tapak pertama, langsung terlihat Pulau Tanjungsauh. Di Tanjungsauh inilah landing point atau tapak kedua penghubung jembatan akan dipancang," ungkap Isdianto.

Usai dari Kabil, Isdianto dan Ridwan bersana tim bergerak dengan Kepri 01 untuk menuju Pulau Tanjungsauh. Dan selanjutnya Pulau Buau, akan ada pancang-pancang untuk menyelaraskan elevasi menjelang jembatan sampai di Bintan.

Selanjutnya , Rute dari Batam menuju Tanjungsauh panjangnya sekitar 2,17 km. Sedangkan bagian kedua, jembatan akan menghubungkan Pulau Tanjungsauh menuju Pulau Buau dengan taksiran panjang mencapai 3,9 km.

Sementara itu, untuk menghubungkan Pulau Buau menuju Kabupaten Bintan akan dibangun pula jembatan bagian tiga dengan panjang mencapai 0,9 km.

Sementara itu, Ridwan juga menanyakan tentang RTRW, baik di Provinsi maupun Kabupaten Bintan dan Kota Batam yang telah diselaraskan untuk mendukung pembangunan Jembatan Batam Bintan.

Memang semuanya berujung pada pendanaan yang dalam hitungan DED-nya mencapai angka Rp7 triliun. 

"Daerah tak akan sanggup, karena itu, Kepri berharap pada kucuran pemerintah pusat,Integrasi pengembangan wilayah Batam sampai Bintan memang dipertegas pemerintah pusat," ungkap Isdianto.

 Di situ disebutkan bahwa Projek Strategis adalah untuk mewujudkan Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong-Royong sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024. 

" Kita juga berharap agar nantinya terbangun jembatan ini mampu mendorong pertumbuhan dan Pemerataan ekonomi di Provinsi Kepri," ungkap Isdianto.

Sementara itu, Deputi Ridwan, dalam peninjauan itu memang banyak bertanya hal-hal terkait pembangunan jembatan ini. 

" Memang peninjauan iini dilakukan untuk memastikan landing point pembangunan sebagai status perencanaan," tegas Ridwan. 

Termasuk bentangan jalur jembatan dari Batam ke Bintan. Malah langkahnya sudah semakin maju, seperti DED yang terus direview serta penilaian oleh Komite Keselamatan Jembatan dan Jalan.

“Saya tak mau mendahului Pak Menteri PUPR. Tapi saya yakin prosesnya tak akan terlalu lama,” kata Ridwan.

Ridwan dan tim turun memang sebagai bentuk tindak lanjut pertemuan Isdianto dengan Menko Maritim dan Investasi, Luhut B Panjaitan. Dua pekan lalu, Isdianto, bersama seluruh Bupati dan Wali Kota se-Kepri melangsungkan rapat koordinasi pembangunan Kepri di Jakarta.

Editor: Sepriyan

Bagikan Halaman

Pratinjau Gambar

Pratinjau Gambar

Layanan

Lihat Semua Layanan