TANJUNGPINANG - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepulauan Riau menyebut kebijakan Pemerintah RI membebaskan pungutan pajak hotel dan restoran untuk 33 kabupaten/kota yang bersinggungan dengan 10 destinasi wisata prioritas sebagai insentif.
Sapril Sembiring, selaku Komite Tetap Industri MICE, Pemasaran, Promosi dan Perhotelan Kadin Kepri, di Tanjungpinang, Rabu (26/2/2020) mengatakan, keputusan dikeluarkan pemerintah lewat Menteri Keuangan itu memberi ruang bagi daerah membuat jalan keluar dari keterpurukan dunia pariwisata dampak dari wabah virus corona (Covid-19).
Menurutnya, kebijakan itu menjawab kebingungan pemerintah daerah menyusun rencana di tengah situasi dunia pariwisata yang kini cukup mengkhawatirkan.
Iven, maupun promosi yang dibuat oleh pemerintah melalui APBD di tahun 2020 ini dia katakan tidak bisa menjadikan Pemda leluasa bergerak.
"Kegiatan melalui APBD bersifat kaku. Nomenklaturnya tidak bisa diubah sehingga daerah kesulitan beradaptasi dengan situasi urgen seperti sekarang ini," papar Sapril.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Indonesia melalui Menteri Keuangan mengeluarkan kebijakan membebaskan pajak hotel dan restoran di 33 kabupaten/kota di Indonesia, termasuk Batam dan Bintan.
Kadin disebut Sapril masih menunggu petunjuk teknis implementasi atas kebijakan tersebut.
Dengan dana yang dikucurkan pemerintah pusat, lanjutnya, Kadin Kepri telah menyusun rencana. Bersama pemerintah kabupaten/kota dan provinsi, Kadin akan menjalin kerjasama dengan air line, travel agen, serta resort, membuat iven serta promosi yang menyasar kepada pasar domestik.
"Kebijakan beberapa negara melarang dan mengurangi warganya untuk ke luar negeri menyulitkan bagi kita untuk mendatangkan wisatawan manca negara. Maka strateginya adalah menggandeng pasar domestik," paparnya.
Bentuk langkah pemulihan dia maksud diantaranya menggelar iven, promosi dan sosialisasi. Iven bisa berupa melaksanakan turnamen golf serta wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition / Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran). Kedua iven itu khsusnya digelar di Batam dan Bintan sebagai dua daerah penyumbang wisatawan terbesar di Kepri.
Kemudian Kadin bersama Pemerintah dengan menggandeng pengusaha hotel akan membuat promosi. Mulai promosi di tingkat Kementrian dan lembaga, termasuk menggandeng media nasional.
"Yang tak kalah pentingnya pemerintah daerah harus mesosialisasikan Kepri aman dan nyaman, serta meyakinkan Kepri bebas corona," pungkasnya.