Tanjungpinang - Beberapa hari ini alam seperti bersedih dan mentari bersembunyi dibalik pekatnya awan, sebagian besar daerah Kepri diguyur hujan berhari-hari. Namun semangat pengusaha karet tak pernah mendung. Ekspor karet yang biasa mereka lakukan tetap berjalan.
Senin (22/06) Pejabat Karantina Pertanian Tanjungpinang Wilker Sri Bayintan Kijang bertolak ke IKT PT. Pulau Bintan Djaya untuk melakukan pemeriksaan terhadap karet yang akan diekspor mereka. Sesuai permohonan yang diajukan via PPKOnline, karet lempengan tersebut akan diberangkatkan melalui Pelabuhan Sri Bayintan Kijang pada 23 Juni 2020 sebanyak 1.169,28 ton tujuan Cina dengan nilai ekonomis Rp. 6,24 M, 211.680 Kg tujuan Korea Selatan dengan nilai ekonomis Rp. 3,88 M dan 43.680 Kg tujuan Mesir dengan nilai ekonomis Rp. 745,137 juta.
Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Karantina Pertanian Tanjungpinang secara pro-aktif mendukung dan mendorong kegiatan ekspor karet dengan negara tujuan yang semakin bervariasi dan jumlah yang terus meningkat.
SobatQ, mari terus kita dukung gerakan ekspor sebagai salah satu wujud nyata cinta kita pada negeri. Selalu laporkan komoditas pertanian yang akan anda lalu lintaskan pada pejabat karantina pertanian disetiap tempat pemasukan/pengeluaran, yaitu di pelabuhan laut, bandar udara maupun di kantor pos.
#LaporKarantina
#KarantinaPertanianTanjungpinang