TANJUNGPINANG- Badan Pusat Statistik BPS Provinsi Kepri mengatakan bahwa perkembangan nilai ekspor Provinsi Kepri pada Oktober 2020 mengalami kenaikan 1,30 persen atau mencapai US$1.017,16 juta.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik BPS Provinsi Kepri Agus Sudibyo pada Realease Berita Statistik, Senin (16/11).
"Untuk nilai ekspor Kepri US$1.017,16 juta atau naik 1,30 persen dibanding September 2020," jelas Agus Sudibyo
Menurut Agus Sudibyo, kenaikan nilai ekspor Kepri tersebut dikarenakan adanya ekspor migas Oktober 2020 sebesar US$189,01 juta atau turun 4,81 persen dibanding September 2020.
"Serta ekspor nonmigas Oktober 2020 mencapai US$828,14 juta atau naik 2,81 persen dibanding September 2020," jelas Agus Sudibyo
Sementara itu, untuk ekspor nonmigas HS 2 digit terbesar selama Januari hingga Oktober 2020 didominasi golongan barang mesin atau peralatan listrik yang mencapai US$3.119,44 juta dengan peranan ekspor sebesar 39,57 persen.
"Sementara itu selama rentang Januari hingga Oktober, negara tujuan ekspor terbesar Kepri adalah negara tetangga Singapura dengan jumlah ekspor sebesar US$2.561,06 juta atau sebesar 32,49 persen," jelas Agus Sudibyo
Besarnya nilai ekspor Provinsi Kepri pada Januari hingga Oktober 2020 terbesar melalui pelabuhan Batu Ampar US$4.515,78 juta; diikuti Pelabuhan Sekupang US$1.470,70 juta; Pelabuhan Kabil/Panau US$1.048,65 juta; Pelabuhan Tarempa US$864,74 juta; dan Pelabuhan Tanjung Balai Karimun US$755,72 juta.
"Yang mana, Peranan kelima Pelabuhan tersebut terhadap ekspor Januari-Oktober 2020 mencapai 89,06 persen," tegas Agus Sudibyo.