BATAM- Semenjak pandemi Covid-19, penjualan tanaman dan perlengkapan berkebun melonjak naik hingga 100 persen. Diduga karena selama di rumah saja, tak sedikit orang yang memilih untuk bercocok tanam untuk mengisi waktu luang.
“Omset penjualan saya bulan lalu luar biasa untuk tanaman. Hampir semua tanaman naik penjualannya. Terutama yang jenis tanaman philodendron,” ujar Ratri, Pemilik dari toko tanaman Ratri's Terrace Garden, Jumat (17/7).
Kenaikan penjualan tanaman hingga 100 persen. Tak hanya itu, permintaan perlengkapan berkebun juga naik. Mulai dari pembelian pot bunga hingga media tanam seperti sekam bakar dan aneka pupuk. Peningkatan penjualan itu terjadi paling tinggi pada Mei dan Juni.
“Kemungkinan karena orang lebih banyak di rumah saja, jadi memilih bercocok tanam,” sebut Ratri yang membuka toko tanaman di Komplek Graha Permata indah, Cluster Cendana, Blok N No 7 , Tiban – Batam ini.
Peningkatan penjualan tanaman juga dirasakan oleh Indy. “Harga tanaman lagi bagus sekarang. Penjualan juga bagus. Aku jual sirih-sirih kecil-kecil Rp 35 ribu, cepat habis,” ungkap Indy yang juga berjualan tanaman di rumahnya di Bengkong, Batam.
Tak hanya di Batam, di Tanjungpinang juga penjualan tanaman dan perlengkapan berkebun juga sedang naik. “Stok sekam bakar, media tanam dan pupuk kandang saya cepat habis. Pot bunga juga luar biasa peminatnya,” sebut Andre yang juga berdagang tanaman di rumahnya, di Batu 15 Arah Uban.
Andre yang fokus pada penjualan anggrek, juga kebanjiran pembeli. Mulai dari bibit anggrek jenis dendrobium hingga anggrek tebu yang berukuran besar, laris diserbu pembeli.